Lenteraindonesia.net | TANGERANG — Di tengah kebijakan pemerintah yang masih mendorong sistem kerja fleksibel atau Work From Home (WFH), kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 5 Curug ke Bandung justru menuai sorotan publik, Selasa dini hari (21/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kegiatan tersebut diduga membebani orang tua siswa karena disebut bersifat wajib dengan biaya yang tidak sedikit.
Berdasarkan informasi di lokasi, biaya kegiatan mencapai Rp1,5 juta per siswa. Sejumlah wali murid mengaku keberatan lantaran tidak diberikan pilihan untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut.

“Biayanya Rp1,5 juta dan harus ikut. Padahal belum lama juga ada study tour ke Jogja sampai Rp2 juta,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, salah satu siswa menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ekstrakurikuler sekaligus acara perpisahan sekolah.
“Untuk ke Bandung sekitar Rp1 juta, dan Rp500 ribu untuk perpisahan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diketahui mencakup kunjungan ke tiga lokasi di wilayah Bandung.

Sejumlah pihak menilai, apabila kegiatan tersebut benar diwajibkan, maka berpotensi tidak sesuai dengan prinsip kegiatan pendidikan yang seharusnya tidak memberatkan siswa maupun orang tua.
Selain itu, muncul pula pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran serta urgensi kegiatan, mengingat sebelumnya siswa telah mengikuti study tour dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dugaan lain juga mengarah pada kemungkinan adanya kewajiban terselubung, terutama jika siswa tidak diberikan opsi untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi kepada pihak humas SMP Negeri 5 Curug melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons.
Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMPN 5 Curug maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga belum memberikan keterangan terkait kegiatan tersebut. (***)
Penulis: Red KJK
Editor: Adr.











