Lenteraindonesia.net I Sukabumi — Ketua Gerakan Pemuda Peduli Sosial Masyarakat (GPSM) Kabupaten Bogor yang juga merupakan Pendiri GPSM, Dian Firmansyah, melakukan kunjungan dan silaturahmi ke lokasi pembangunan Rumah Adat Kasepuhan Cipta Mulya di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (17/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung progres pembangunan kembali rumah adat yang belum lama ini mengalami musibah kebakaran. Dalam kunjungan tersebut, Dian Firmansyah disambut langsung oleh Ketua Kasepuhan Cipta Mulya, Abah Asep, beserta para warga dan tokoh adat setempat.
Terlihat dalam foto dokumentasi, rombongan GPSM Kabupaten Bogor yang mengenakan jaket biru GPSM berdialog dan meninjau rangka kayu dan bambu rumah adat yang sedang dalam tahap pembangunan. Kondisi bangunan masih berupa kerangka kayu di atas tanah merah, dengan latar hutan dan perkampungan adat.

Dian Firmansyah mengatakan, kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga komitmen GPSM untuk turut membantu pemulihan dan pelestarian budaya Sunda yang menjadi warisan leluhur.
“Kami hadir bukan hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga dukungan nyata agar rumah adat ini bisa segera dibangun kembali dan menjadi pusat pelestarian budaya bagi generasi muda. Rumah adat ini adalah identitas dan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama,” ujar Dian Firmansyah di lokasi.
Ia juga menegaskan bahwa GPSM membuka ruang kolaborasi dan donasi bagi masyarakat yang ingin membantu percepatan pembangunan. Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dihidupkan dalam menjaga budaya.
Sementara itu, Ketua Kasepuhan Cipta Mulya, Abah Asep, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan kepedulian GPSM Kabupaten Bogor.
“Kami sangat berterima kasih, rumah adat ini adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Kebakaran kemarin menghanguskan sebagian bangunan, tapi semangat warga tidak padam. Dengan dukungan GPSM dan semua pihak, kami yakin pembangunan bisa rampung dalam beberapa bulan ke depan,” tutur Abah Asep yang dalam kesehariannya mengenakan pakaian adat hitam dan iket khas Sunda.
Diketahui, kebakaran yang melanda rumah adat Kasepuhan Cipta Mulya terjadi pada akhir September lalu dan menghanguskan hampir 60% bagian bangunan utama yang selama ini menjadi pusat kegiatan adat dan musyawarah masyarakat. Beruntung tidak ada korban jiwa.
Saat ini pembangunan kembali dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama relawan. Pihak GPSM juga turut membantu pemasangan rangka bambu dan kayu.
GPSM membuka donasi publik untuk mendukung pembangunan rumah adat tersebut. Masyarakat yang ingin membantu dapat menghubungi panitia GPSM Peduli Budaya.
Penulis : Riki
Edi : Adr











