Lenteraindonesia.net I Kabupaten Bogor — Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor, kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait pembangunan Jembatan Leuwiceot yang hingga kini belum terealisasi setelah rusak diterjang banjir bandang setahun lalu.
Dalam aksi tersebut, warga menagih komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto yang sebelumnya menyampaikan rencana pembangunan jembatan permanen pada tahun 2026.
Janji tersebut disampaikan saat peresmian jembatan rawayan atau jembatan sementara yang dibangun pasca putusnya jembatan lama akibat banjir bandang pada 2025 lalu.
Aksi kali ini disebut bukan yang pertama dilakukan warga. Mereka mengaku kembali turun ke jalan karena menginginkan kepastian terkait waktu pembangunan jembatan permanen tersebut.
“Kami berkumpul di sini untuk menagih janji Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto yang setahun lalu menyampaikan akan membangun jembatan permanen pada 2026. Kami hanya meminta kejelasan kapan pembangunan itu akan dimulai,” ujar Ketua RW 05 Kampung Cijulang, Desa Kopo, Opay, Minggu 11 Mei 2026.
Menurutnya, Jembatan Leuwiceot merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat di dua kecamatan. Ia mengatakan, warga tidak menolak keberadaan jembatan sementara, namun kondisinya dinilai sudah banyak mengalami kerusakan.
“Saat ini jembatan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Tali sling sering putus, beberapa alas kayu juga patah. Warga bahkan beberapa kali memperbaikinya secara swadaya. Selain itu, sudah ada sejumlah pengendara motor yang mengalami kecelakaan karena jembatan bergoyang dan licin,” jelasnya.
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) yang turut hadir dalam aksi tersebut juga meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen.
Ketua AMBS, Muhsin, mengatakan keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah hingga berdagang.
“Jembatan ini menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas. Karena itu kami berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen, mengingat jembatan rawayan ini sifatnya hanya sementara,” tegasnya.
AMBS bersama warga juga menyampaikan rencana untuk mendatangi Kantor Bupati Bogor apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons maupun kepastian terkait pembangunan Jembatan Leuwiceot.
Penulis : Igon
Editor : Adr











