Lenteraindonesia.net | CIAMIS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis mendorong sosialisasi mengenai zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus dilakukan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Wakil Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Wasdi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat koordinasi yang digelar di Aula UPK Panumbangan, Senin (28/9/2026).
Menurut Wasdi, sosialisasi ZIS tidak boleh berhenti hanya karena terjadi pergantian pimpinan maupun amil di lingkungan Baznas. Gerakan mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, berinfak, dan bersedekah harus tetap berjalan.
Wasdi mengatakan Baznas perlu terus mengajak masyarakat melalui jalur dakwah sekaligus memperluas penyebaran informasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesadaran untuk menunaikan zakat sekaligus memperkuat kebiasaan berinfak dan bersedekah.
“Pimpinan Baznas dapat berganti, para amil pun dapat berubah, namun gerakan dakwah mengajak masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah tidak boleh berhenti,” ujar Wasdi.
Ia menilai keberlanjutan sosialisasi menjadi penting karena membangun kesadaran masyarakat membutuhkan proses dan dilakukan secara konsisten.
Karena itu, pesan mengenai zakat, infak, dan sedekah perlu terus disampaikan melalui berbagai ruang komunikasi dan pendekatan yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Wasdi juga menegaskan pentingnya kedudukan zakat dalam ajaran Islam.
Menurutnya, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting bersama ibadah wajib lainnya. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat perlu terus ditumbuhkan dan disebarluaskan.
“Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang kedudukannya setara dengan shalat dan puasa, sehingga kewajiban serta kesadaran melaksanakannya harus senantiasa dijaga dan disebarluaskan,” tandasnya.
Melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Baznas Ciamis berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menunaikan zakat serta membangun kebiasaan berinfak dan bersedekah.
Rapat koordinasi di Panumbangan menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyamakan langkah dalam menjalankan gerakan tersebut.
Baznas Ciamis menilai kesinambungan dakwah menjadi salah satu kunci agar ajakan berzakat, berinfak, dan bersedekah tetap hidup di tengah masyarakat, meskipun terjadi pergantian pimpinan maupun amil yang menjalankan amanah pengelolaan zakat.(***)
Penulis: Agus Suryana
Editor: Adr











