Diduga Proyek Jalan Betonisasi Desa Candali Dinilai Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Mutu dan Pengawasan

Lenteraindonesia.net I Bogor – Proyek pembangunan betonisasi di Kampung Jati, RT 02/RW 01, Desa Candali, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Samisade tahun 2025, menuai sorotan tajam. ( 11/1/26 )

Pasalnya, pekerjaan yang baru saja rampung itu diduga sudah menunjukkan kerusakan berupa retak-retak pada permukaan beton, padahal belum pernah dilalui kendaraan.

Pantauan langsung tim Lenteraindonesia.net di lokasi menemukan sejumlah retakan memanjang hingga retak rambut yang tersebar di beberapa titik dan Ketebalanpun tidak merata Pada beberapa bagian, rekahan tampak jelas dan merata, mengindikasikan adanya dugaan kejanggalan dalam proses pengerasan maupun kualitas material.

Secara teknis, beton yang baru selesai dikerjakan seharusnya berada dalam fase penguatan awal (early strength) dan tidak seharusnya menunjukkan gejala kerusakan. Retakan dini pada konstruksi umumnya menjadi indikator kuat adanya tahapan pengerjaan yang tidak mengikuti standar operasional atau spesifikasi teknis pemerintah.

Warga setempat menyampaikan kekecewaan atas kondisi tersebut. Mereka menilai kualitas pekerjaan tidak mencerminkan proyek yang menggunakan anggaran publik.

“Belum dilewati motor saja sudah retak begini. Kalau nanti dipakai kendaraan, pasti tambah parah. Ini tidak wajar,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Tokoh masyarakat setempat juga menyoroti aspek pertanggungjawaban moral dan hukum dari pihak pelaksana.

“Ini bukan sekadar masalah teknis. Ini soal tanggung jawab moral dan hukum. Ini uang rakyat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Penulis : Riki Kabiro Bogor

Editor : Adr