Dinas PUPR Kab. Bogor Harus Tindak Tegas Pelaksana Proyek Mangkrak Di Wilayah Kecamatan Kemang

Lenteraindonesia.net, Kemang – Dua proyek peningkatan jalan di Kecamatan Kemang, yaitu, proyek peningkatan jalan Kemang – Bojong, dan Kemang – Rancabungur dipastikan mangkrak, setelah Kemang – Bojong sudah tidak pengerjaan selama dua pekan lebih.

Saat ini melanda Proyek peningkatan jalan Kemang – Rancabungur di Desa Kemang. Hampir satu pekan lebih tidak ada pengerjaan, warga protes hingga datang ke kantor desa, pasalnya karena jalan ditutup pendapatanya berkurang.

“Terkait dengan pengecoran jalan Kemang Rancabungur, yang saat ini menurut saya ditunda dengan begitu lama waktunya, ini seharusnya kalau saya pikir kalau setiap malam awalnya dia atau pemborong akan melaksanakan pengerjaan setiap malamnya 100 meter, sehingga dengan rentan waktu tujuh hari bisa dilewati seharusnya menurut saya sudah selesai,” ujar Kepala Desa Kemang Entang Suana kepada wartawan.

Masih kata Entang. Pengecoran pertama dilaksanakan pada tanggal 24/11/23, kurang lebih sampai sekarang sudah 12 hari, tapi kenyataan di lapangan kurang lebih baru mencapai 200 meteran lebih, jelas sangat menghambat sangat merugikan warga.

“Karena saat pengecoran jalan itu di tutup total. Kenapa saat itu saya setujui tutup total kepada pemborong saat mendatangi desa, agar pengerjaanya nyaman cepat dan tidak terganggu oleh lalulalang kendaraan yang melintas, tapi pada kenyataanya dengan ditutup total pemborong seenaknya sampai saat ini baru mencapai 200 meter pengerjaanya,” keluh Kades.

Menurut Kades, harusnya sampai saat ini sudah selesai pengerjaanya. Atau pengerjaanya sudah melewati kantor desa lah. Tapi nyatanya tidak, nah inikan sangat menghambat, karena apa ekonomi masyarakat saya terganggu dan mayarakat banyak datang ke desa.

“Akibat jalan sudah ditutup total warung tidak jalan, transportasi juga terhambat harus memutar jauh, sudah banyak yang jualan tutup,” tukasnya. ( Red )