Lenteraindonesia.net I Kabupaten Bogor – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyebutkan terdapat 13 SMP negeri yang sepi peminat saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Tiga belas sekolah tersebut di antaranya adalah SMPN 3 Sukamakmur, SMPN 2 Tenjo, SMPN 3 Jasinga, SMPN 2 Cariu, dan SMPN 4 Leuwiliang.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Maman Nurpadilah, membenarkan bahwa SMPN 3 Sukamakmur membuka kuota 160 siswa, namun yang mendaftar dan diterima hanya 77 anak.
Sementara itu, untuk SMPN 2 Cariu, dari kuota 64 siswa yang disiapkan, hanya 42 anak yang diterima pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
“Sebenarnya ada 13 sekolah yang minim peminat, beberapa di antaranya seperti SMPN 3 Sukamakmur, SMPN 2 Tenjo, SMPN 3 Jasinga, SMPN 2 Cariu, dan SMPN 4 Leuwiliang. Sisanya masih dalam proses,” kata Maman, Rabu 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang membuat masyarakat memutuskan untuk tidak mendaftarkan anaknya ke SMP negeri.
“Masyarakat di wilayah tersebut tidak mendaftarkan anaknya ke SMP negeri karena beberapa faktor. Pertama, masih terikat pada faktor keagamaan sehingga lebih memilih pondok pesantren. Kedua, tingkat kelulusan (SD) di wilayah tersebut sedikit. Ketiga, letak geografis dan lokasi sekolah yang dituju cukup jauh,” jelasnya.
Akibatnya, warga lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah terdekat dari tempat tinggal mereka.
“Karena jaraknya terlalu jauh, banyak dari mereka yang akhirnya memilih sekolah swasta yang posisinya lebih dekat dari rumah. Di Sukamakmur, misalnya, keterbatasan moda transportasi umum juga menjadi faktor mengapa sekolah-sekolah tersebut minim peminat,” beber Maman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, membenarkan bahwa penerimaan murid baru di beberapa sekolah, seperti SMPN 2 Cariu dan SMPN 3 Sukamakmur, tidak memenuhi target kuota maksimal pada SPMB tahun 2026.
“Ada 107 SMP negeri, termasuk sekolah satu atap, yang melaksanakan SPMB tahun ini dengan total kuota keseluruhan 30.588 anak. Namun, ada hampir 500 kursi yang tidak terpenuhi karena ada satuan pendidikan yang peminatnya tidak ada, seperti di SMPN 2 Cariu dan SMPN 3 Sukamakmur,” ucap Rusliandy.
Menyikapi pelaksanaan SPMB online yang tidak maksimal di wilayah-wilayah tersebut, Rusliandy mengungkapkan bahwa pihaknya kini membuka pendaftaran secara luar jaringan. (Igon)
Editor : Adr











