Lenteraindonesia.net | KABUPATEN TANGERANG — Dugaan penipuan dengan modus mengatasnamakan media online terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang. Seorang oknum yang mengaku sebagai jurnalis dilaporkan mencoba meminta sejumlah uang kepada kepala sekolah SMP Negeri dengan alasan kebutuhan mendesak karena orang tuanya sakit, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku menghubungi pihak sekolah melalui pesan dan panggilan WhatsApp. Ia memperkenalkan diri sebagai perwakilan media online dan sempat menyebut akan membuat rilis berita terkait anggaran dana BOS sekolah.

Namun, dalam percakapan lanjutan, oknum tersebut mulai mengajukan permintaan bantuan dana dengan dalih kondisi darurat keluarga.
Merasa curiga, pihak kepala sekolah tidak langsung menanggapi permintaan tersebut. Ia kemudian melakukan verifikasi terhadap identitas pelaku, termasuk menelusuri media yang disebutkan.
“Hasilnya tidak ditemukan keterkaitan antara pelaku dengan institusi pers yang sah,” ujar kepala sekolah.

Kasus ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan untuk lebih waspada terhadap pihak yang mengaku sebagai jurnalis namun memiliki motif mencurigakan. Penyalahgunaan profesi pers seperti ini dinilai tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencoreng kredibilitas jurnalistik.
Pihak sekolah mengimbau agar setiap permintaan dana yang tidak jelas segera dilaporkan kepada pihak berwenang. Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan identitas wartawan melalui organisasi pers resmi atau meminta kartu identitas serta surat tugas yang valid sebelum memberikan informasi maupun bantuan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerugian materi dalam kasus tersebut. Namun, upaya penelusuran terhadap pelaku masih terus dilakukan. (***)
Penulis: Red KJK
Editor: Adr











