Lenteraindonesia.net | KOTA TANGERANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers melalui kunjungan ke Basecamp Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Tangerang, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut juga menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih dan pembangunan jaringan pipa di Zona 3.
Dalam pertemuan itu, jajaran Perumda Tirta Benteng menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik dan kemitraan dengan media. Sementara itu, KJK Tangerang meminta perusahaan memperketat pengawasan terhadap kontraktor, terutama dalam pekerjaan penggalian dan pemasangan jaringan pipa yang berdampak langsung pada kondisi jalan serta kenyamanan warga.
Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Tommy Herdiansyah, mengatakan insan pers merupakan mitra strategis perusahaan dalam menyampaikan informasi mengenai pembangunan, pelayanan, hingga kendala yang terjadi di lapangan.
Menurut Tommy, media memiliki peran penting untuk membantu masyarakat memperoleh informasi secara transparan sekaligus menjadi sarana penyampaian keluhan dan aspirasi pelanggan.
“Insan pers merupakan mitra strategis perusahaan. Melalui media, perusahaan dapat menyampaikan informasi pembangunan dan kendala lapangan secara transparan, sekaligus merespons cepat keluhan dan aspirasi masyarakat yang menjadi pelanggan di Perumda Tirta Benteng,” ujar Tommy.
Ia menjelaskan, Perumda Tirta Benteng saat ini melayani sekitar 169.000 pelanggan di Zona 1 dan Zona 2. Selain menjaga kualitas pelayanan di wilayah yang telah terjangkau jaringan, perusahaan juga terus memperluas jaringan pelayanan menuju Zona 3.
Perluasan tersebut ditujukan untuk meningkatkan cakupan layanan dan mendukung akses masyarakat terhadap air bersih yang layak dan berkesinambungan.
Kepala Satuan Sekretariat Perusahaan Perumda Tirta Benteng, Budi H. Santoso, menilai komunikasi dengan media menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik sekaligus menyampaikan program dan kegiatan perusahaan kepada masyarakat.
“Komunikasi dengan media menjadi bagian penting dalam membangun hubungan sekaligus menyampaikan berbagai informasi terkait program perusahaan,” kata Budi.
Senada dengan itu, Humas Perumda Tirta Benteng, Yayan Riyanto, menyebut pers memiliki peran sebagai kontrol sosial sekaligus penghubung informasi antara perusahaan dan pelanggan.
Menurut Yayan, kemitraan yang konstruktif dengan media juga dapat mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik, yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Memasuki usia ke-31 tahun, manajemen Perumda Tirta Benteng menyatakan terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kemitraan dan silaturahmi ini sangat penting agar komunikasi terus terjalin dengan baik. Kami membutuhkan peran rekan-rekan pers sebagai kontrol sosial untuk saling mengingatkan, sehingga seluruh kinerja perusahaan senantiasa berada pada rel yang benar,” ujar Yayan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KJK Tangerang, Agus M. Romdhoni, meminta Perumda Tirta Benteng memperketat pengawasan terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek pemasangan jaringan pipa di Zona 3.
Agus menyoroti adanya aduan masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak atau tidak dikembalikan seperti semula setelah dilakukan penggalian untuk pemasangan pipa.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air bersih harus memperhatikan kualitas pekerjaan, spesifikasi teknis, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang terdampak.
“Penggalian pipa harus sesuai spesifikasi dan rekomendasi teknis dari dinas terkait. Jangan sampai bekas galian ditinggalkan tidak rata atau asal timbun batu, yang akhirnya memicu keluhan warga dan berdampak pada nama baik Perumda Tirta Benteng,” tegas Agus.
Ia menilai pengawasan terhadap pihak ketiga perlu dilakukan secara konsisten. Pekerjaan tidak cukup hanya mengejar target pemasangan jaringan, tetapi juga harus memastikan kondisi jalan dan infrastruktur publik dipulihkan sesuai ketentuan setelah pekerjaan selesai.
Di sisi lain, Agus mengapresiasi respons Humas dan tim teknis Perumda Tirta Benteng dalam menindaklanjuti sejumlah temuan di lapangan, salah satunya terkait penanganan kebocoran pipa di kawasan Pasar Baru.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan KJK merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan untuk menghambat pembangunan.
“Kritik KJK murni untuk membangun dan menjaga kualitas pelayanan publik. Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur air bersih membawa manfaat tanpa merugikan kenyamanan dan keselamatan warga,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara Perumda Tirta Benteng dan insan pers. Dengan komunikasi yang terbuka, informasi mengenai pelayanan air bersih, perluasan jaringan, serta penanganan persoalan di lapangan diharapkan dapat disampaikan kepada masyarakat secara transparan dan berimbang.(***)
Penulis: Red KJK
Editor: Adr











