Lenteraindonesia.net | BOGOR — Ratusan lampu Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada jalur nasional di wilayah Bogor Barat dilaporkan mati akibat penyegelan karena tunggakan pembayaran listrik.
Kondisi tersebut terjadi di ruas jalan nasional yang membentang mulai dari wilayah Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeg, Jasinga hingga Tenjo.
Akibat padamnya Penerangan Jalan Umum (PJU), jalur utama yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan kini berubah menjadi gelap gulita pada malam hari dan memicu keresahan masyarakat.
Warga menyebut jalur tersebut merupakan akses utama menuju rumah sakit, pasar tradisional, sekolah, kampus hingga kantor pemerintahan di wilayah Bogor Barat.
Minimnya penerangan jalan dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Selain itu, kondisi jalan yang gelap juga dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kriminalitas.
Ketua KNPI Kecamatan Jasinga, Ama Dery, menilai pemerintah harus segera mengambil langkah sebelum muncul korban jiwa akibat kondisi tersebut.
“Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak,” ujar Ama Dery, Kamis (14/5/2026).
Sejumlah titik yang disebut paling rawan berada di kawasan:
- Lebak Panjang
- Simpang Curug
- Desa Wirajaya
Menurut warga, penerangan jalan di kawasan tersebut tidak merata. Beberapa titik tampak menyala, namun sebagian besar kembali gelap dan bahkan ada lampu yang menyala redup.
“Kadang ada titik terang, lalu beberapa meter kemudian gelap lagi. Ada juga lampu yang hidup tapi cahayanya redup,” kata Ama Dery.
Sementara itu, seorang staf UPT Dishub Wilayah V Jasinga menjelaskan bahwa persoalan tersebut terjadi karena tagihan listrik PJU belum dibayarkan oleh pihak terkait di tingkat pusat.
Ia menyebut sejak awal pembangunan, sebagian lampu PJU memang belum berfungsi maksimal.
Menurutnya, dalam rapat di Kementerian Perhubungan baru-baru ini juga dibahas proses pemindahan aset PJU dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah I.
Namun hingga kini, anggaran untuk pemeliharaan dan pembayaran listrik disebut belum tersedia.
Kondisi ratusan tiang PJU yang kini hanya berdiri tanpa fungsi disebut warga sebagai simbol lemahnya perhatian terhadap keselamatan masyarakat di wilayah Bogor Barat.
Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah segera menyelesaikan persoalan tunggakan listrik dan memastikan lampu jalan kembali menyala demi keamanan pengguna jalan.
Pasalnya, jalur nasional tersebut menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor. (***)
Penulis: Redaksi
Editor: Adr











