Upaya Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Bogor Melalui Pengintegrasian Proses Pencatatan dan Verifikasi Data Penduduk

Lenteraindonesia.net, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) di wilayahnya dengan mengoptimalkan berbagai program pendidikan, salah satunya melalui Program Kejar Paket dan mengintergrasikan proses pencatatan dan verifikasi data penduduk.

Perlu diketahui, bahwa ada tiga variabel utama yang mempengaruhi rata-rata lama sekolah, salah satunya pencatatan data pendidikan pada dokumen kependudukan.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah menjalin kerjasama dengan pesantren, baik pesantren modern maupun pesantren Salafi. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, pesantren Salafi yang memiliki ciri khas dalam hal kurikulum, metode pembelajaran, dan aturan yang diterapkan, kini telah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan santrinya mengikuti Program Kejar Paket, yang memungkinkan mereka mendapatkan ijazah setara dengan pendidikan formal.

Namun, meskipun banyak peserta Program Kejar Paket telah lulus dan memperoleh ijazah, ada kendala dalam pencatatan data yang belum ter-update di sistem kependudukan. Hal ini menyebabkan ketidaksesuaian antara data pendidikan yang sebenarnya dengan data di catatan kependudukan, yang pada akhirnya berdampak pada perhitungan rata-rata lama sekolah.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah menggagas nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan pencatatan otomatis ijazah Kejar Paket di data kependudukan.

“Dengan upaya ini maka data pendidikan yang sudah tercatat dapat lebih akurat, sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS),” ungkap Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri.

Selain itu, Program Kejar Paket juga memberikan peluang bagi masyarakat di atas 15 tahun yang sebelumnya terhambat oleh faktor ekonomi atau kesibukan lainnya untuk melanjutkan pendidikan. ( Iskandar )