Lenteraindonesia.net | CIAMIS β Ribuan anak Raudhatul Athfal (RA) berpakaian ihram memadati lokasi Irfan Hilmi (IC) Ciamis untuk mengikuti Peragaan Manasik Haji Anak tingkat Kabupaten Ciamis 2026.
Sedikitnya 10.000 peserta dari sekitar 400 lembaga RA se-Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan yang digagas Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Ciamis tersebut.
Kegiatan manasik haji anak ini tidak hanya menjadi peragaan tata cara ibadah haji, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan Rukun Islam kelima sekaligus memberikan pembelajaran keagamaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., mengatakan kegiatan manasik haji anak memiliki sejumlah nilai penting, mulai dari penguatan akidah hingga pembentukan karakter.
βPertama untuk meneguhkan tauhid dan akidah. Anak dikenalkan kepada Allah dan rumah-Nya, Baitullah, sejak kecil,β kata Yayan.
Menurutnya, pembelajaran manasik haji dikemas dengan cara menyenangkan sehingga anak-anak tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga belajar melalui praktik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memanfaatkan sejumlah fasilitas simulasi, seperti miniatur Ka’bah, jalur sa’i, serta tempat simulasi lempar jumrah.
βKetiga, menumbuhkan mimpi. Walaupun masih kecil, mereka kita kenalkan Rukun Islam kelima agar kelak punya motivasi untuk berhaji yang sesungguhnya,β tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan niat yang sebelumnya telah diajarkan di sekolah masing-masing. Setelah itu, peserta diarahkan panitia mengikuti jalur manasik yang telah disiapkan.

Peserta mengikuti sejumlah tahapan simulasi, mulai dari area Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, hingga melaksanakan simulasi tawaf dengan mengelilingi miniatur Ka’bah.
Selain mengenalkan tata cara ibadah haji, praktik tersebut menjadi pengalaman belajar bagi anak untuk memahami rangkaian ibadah secara lebih konkret.
Yayan mengatakan pelaksanaan manasik haji tingkat Kabupaten Ciamis tahun ini juga mendapat dukungan dari para orang tua.
Sebelumnya, kegiatan tersebut sempat vakum. Sejumlah wali murid kemudian meminta agar kegiatan manasik haji anak kembali dilaksanakan.
Adapun pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya peserta.
Kegiatan manasik haji juga menjadi sarana untuk melatih karakter anak, antara lain tertib, disiplin, mengikuti arahan, serta membangun kebersamaan dengan peserta dari berbagai lembaga RA di Kabupaten Ciamis.

Ketua KKRA Kabupaten Ciamis, Hj. Lalis Lismaidah, M.Pd.I., yang hadir di lokasi, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
βIni bukan sekadar peragaan. Ini langkah kecil mengenalkan Baitullah, menanamkan cinta agama dan membangun karakter sholeh dan sholehah yang bahagia,β ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia memberikan sejumlah perlengkapan dan bingkisan berupa tas manasik, trofi, susu, kurma, serta air minum.
Kegiatan Manasik Haji RA tingkat Kabupaten Ciamis diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan sekaligus penguatan karakter anak usia dini.(***)
Penulis: Agus Suryana
Editor: Adr











