Lenteraindonesia.net | MUARA ENIM — Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mempertanyakan terhentinya penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa siswi dan telah berlangsung selama tiga hari.
Keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah siswa yang mengaku belum menerima bantuan MBG sejak awal pekan tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak terkait.
Menanggapi kondisi ini, Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Lecah, Edi. Namun, pihak desa mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kendala distribusi program tersebut.
“Kami belum mendapat informasi, bahkan tidak pernah dikoordinasikan,” ujar Edi melalui pesan singkat. Rabu, (06/05/26).
Sementara itu, konfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi juga belum membuahkan hasil karena nomor kontak yang dihubungi tidak memberikan respons.
Anggota DPRD Muara Enim dari Fraksi Golkar, Jonidi, menegaskan bahwa program MBG sebagai bagian dari kebijakan nasional harus dijalankan secara optimal dan transparan.
“Seharusnya program ini dijalankan dengan baik, dan pihak SPPG harus memberikan penjelasan ketika ada pertanyaan dari masyarakat maupun media,” tegasnya.
Informasi tambahan dari salah satu guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihak sekolah telah menerima pemberitahuan melalui pesan singkat bahwa distribusi MBG dari SPPG Lecah dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Atas kondisi tersebut, Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mendesak pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, khususnya Dapur Permata Lecah, untuk segera menyalurkan kembali program MBG agar tujuan pemenuhan gizi siswa tetap berjalan.
Masyarakat berharap adanya kejelasan serta langkah cepat dari pihak terkait, mengingat program MBG memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan gizi dan aktivitas belajar siswa. (***)
Penulis: N. Siregar
Editor: Adr











