Lenteraindonesia.net I Kabupaten Bogor – Kekeringan melanda Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat. Penyebabnya, disinyalir kemarau panjang yang mulai menyelimuti wilayah tersebut.
“Kekeringan dimulai dengan berkurangnya curah hujan secara drastis di wilayah Desa Bantarsari akibat anomali iklim atau musim kemarau panjang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, dalam keterangannya, Jumat 10 Juni 2026.
Akibat curah hujan berkurang, sumber mata air yang menjadi cadangan warga mulai terdampak. Sebanyak tiga kampung di Desa Bantarsari terdampak kekeringan.
“Hal ini memicu rangkaian dampak beruntun, mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah tersebut,” ucapnya.
Sebanyak 706 warga di Kampung Babakan Kondang kesulitan air bersih. Sementara ada 261 warga di Kampung Gunung Bubut juga terdampak. Terakhir di Kampung Gunung Leutik sebanyak 690 warga terdampak.
“Warga harus mencari sumber air ke berbagai tempat yang terdapat mata air dan sebagian warga bahkan ada yang membeli air dalam jumlah besar untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Petugas BPBD Bogor memberikan bantuan air bersih kepada warga untuk penanganan sementara. Sebanyak 10 ribu liter air bersih diberikan kemarin.
“Untuk hari ini pasokan air bersih sudah didistribusikan kepada warga. Total volume pengiriman air bersih 10 ribu liter,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Bantarsari H. Lukman Nul Hakim mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bogor melalui Dinas BPBD Kabupaten Bogor yang telah memberikan bantuan air bersih ke wilayahnya.
” Terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah membantu kebutuhan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah saya, bantuan ini sangat membantu bagi warga, karena air merupakan elemen penting dalam hidup,” terang kades. (Igon)
Editor : Adr











