500 Hektare Lahan Sawit Rancabungur Disulap Jadi Sport Center Terbesar di Dunia, Ini Rencana Besarnya

Lenteraindonesia.net | KABUPATEN BOGOR — Lahan perkebunan sawit seluas 500 hektare di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, direncanakan akan disulap menjadi kawasan sport center terbesar di dunia. Proyek ambisius ini diproyeksikan menjadi pusat pelatihan atlet nasional sekaligus motor penggerak ekonomi baru di wilayah tersebut.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan pembangunan kawasan olahraga nasional tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan strategis yang mendapat dukungan pemerintah pusat.

“Pembangunan kawasan olahraga nasional ini tentu akan memberikan dampak besar bagi Kabupaten Bogor, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Kita berharap kawasan ini tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Rudy, Kamis (14/4/2026).

Ia menjelaskan, lahan yang akan digunakan merupakan aset negara milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang saat ini masih berupa perkebunan sawit.

Dalam rencana tersebut, pemerintah pusat telah menyiapkan area seluas 500 hektare untuk pembangunan Akademi Olahraga Nasional serta pusat pelatihan tim nasional berbagai cabang olahraga.

Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem olahraga terpadu dengan konsep modern, mencakup fasilitas pendidikan, pelatihan berstandar internasional, hunian atlet, hingga fasilitas pendukung lainnya dalam satu kawasan.

Sebanyak 21 cabang olahraga unggulan akan menjadi prioritas dalam pengembangan fasilitas tersebut. Skema pengembangan mengusung konsep train, learn, live, and recover, guna mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Saat ini, proses yang tengah berjalan adalah tahap pemilihan arsitek untuk merancang desain kawasan sport center tersebut.

Menurut Rudy, keberadaan sport center berskala nasional hingga internasional ini akan membuka peluang ekonomi baru di Kabupaten Bogor, mulai dari sektor jasa, perdagangan, hingga pariwisata.

“Keberadaan sport center ini akan mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi baru di wilayah sekitar,” katanya.

Dalam paparan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan, termasuk peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan sektor pendukung seperti perhotelan dan UMKM.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengembangkan kawasan strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Sport center ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet nasional, tetapi juga mampu menarik event olahraga berskala nasional hingga internasional,” tambahnya.

Proyek ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan olahraga berkelas dunia. (***)

 

Penulis: Igon

Editor: Adr