Wednesday, September 30, 2026
spot_img
Home Ciamis Bupati Ciamis Soroti Angka Stunting 20,23 Persen, Ada Perbedaan dengan Data OPD

Bupati Ciamis Soroti Angka Stunting 20,23 Persen, Ada Perbedaan dengan Data OPD

Lenteraindonesia.net | CIAMIS — Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) MBG 3B Kabupaten Ciamis yang digelar di Islamic Center, Jalan Iwa Kusuma Sumantri, Kertasari, Kabupaten Ciamis, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran para kader dalam mendukung program peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis.

Dalam kesempatan tersebut, H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Ciamis.

Di balik berbagai capaian tersebut, Herdiat mengaku masih merasa prihatin terhadap angka stunting di Kabupaten Ciamis.

Ia menyoroti hasil survei SSGI yang menunjukkan angka stunting sebesar 20,23 persen. Angka tersebut berbeda cukup jauh dengan hasil pendataan atau survei yang dilaporkan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yang berada di kisaran 4 persen.

Perbedaan data tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis karena data yang akurat dibutuhkan untuk menentukan kebijakan dan langkah penanganan stunting secara tepat.

Herdiat menyampaikan kekecewaannya karena terdapat perbedaan hasil antara data SSGI dengan laporan yang diterima pemerintah daerah dari OPD.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi stunting di wilayah Kabupaten Ciamis.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap Kabupaten Ciamis.

Wihaji menyampaikan rasa bangganya melihat kondisi Kabupaten Ciamis yang dinilainya asri dan bersih.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para kader PKK yang selama ini dinilai telah bekerja keras dalam mendukung kemajuan serta kesehatan masyarakat.

Wihaji berharap upaya bersama pemerintah, kader, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga persoalan stunting dapat ditekan dan semakin banyak keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga masyarakat Kabupaten Ciamis yang mengalami stunting.

 

Temu kader tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam pelaksanaan pendampingan keluarga di tingkat masyarakat.

Kader memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mendeteksi berbagai persoalan kesehatan dan memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya yang memiliki risiko stunting.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kader, serta masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.(***)

 

 

Penulis: Agus Suryana

Editor: Adr