Cuaca Ekstrem, BPBD Bogor Tetapkan Tanggap Darurat di 34 Kecamatan

Lenteraindonesia.net | BOGOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana di 34 kecamatan akibat meningkatnya kejadian banjir dan tanah longsor selama periode April hingga Mei 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyampaikan bahwa lonjakan bencana ini sebenarnya telah diprediksi sejak awal tahun, seiring memasuki masa pancaroba.

“Kabupaten Bogor sedang menghadapi musim pancaroba. Meski diperkirakan mulai Mei memasuki musim kemarau, pada masa transisi ini justru intensitas bencana meningkat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Sejumlah wilayah di Bogor Barat seperti Leuwiliang, Pamijahan, Cigudeg, dan Jasinga menjadi daerah yang paling terdampak, dengan kejadian tanah longsor dan banjir bandang.

Awalnya, status tanggap darurat diberlakukan pada 4 hingga 18 April 2026. Namun, karena peningkatan jumlah lokasi terdampak pada 15–18 April, status tersebut diperpanjang sekaligus diperluas dari 16 menjadi 34 kecamatan.

Dalam upaya penanganan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebesar Rp50 miliar.

“Selain penggunaan dana BTT, ada instruksi khusus dari Bupati agar 14 jembatan yang runtuh dapat diperbaiki sebelum Hari Raya Iduladha,” jelas Ade.

Berdasarkan data BPBD, lebih dari 300 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana tersebut. Kerusakan rumah sebagian besar masuk kategori berat, di antaranya tujuh rumah di kawasan Cijayanti dan satu rumah di Kecamatan Rumpin.

Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan pangan serta bantuan sewa rumah selama enam bulan bagi warga terdampak.

“Bantuan sewa rumah ini sebagai solusi sementara sambil menunggu keputusan relokasi atau rehabilitasi. Pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan menggunakan dana BTT,” tambahnya.

BPBD memastikan seluruh jajaran saat ini dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. (***)

 

Penulis: Igon

Editor: Adr