Lenteraindonesia.net | CIAMIS – Alunan harmoni 465 angklung menggema di Alun-Alun Kabupaten Ciamis dalam gelaran Gebyar Angklung Part 2, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memperkuat pelestarian seni tradisional khas Tatar Galuh.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis, sekaligus menyambut HUT ke-64 PWRI dan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana Alun-Alun Ciamis sejak pagi dipenuhi ratusan peserta yang secara serempak memainkan alat musik bambu membawakan lagu “Ciamis Manjing Dinamis”, menciptakan harmoni yang memukau masyarakat dan tamu undangan.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan angklung merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, upaya pelestarian tidak boleh hanya dilakukan oleh kalangan orang tua, tetapi juga harus melibatkan generasi muda sebagai penerus budaya bangsa.

“Angklung adalah warisan budaya yang luar biasa. Jangan hanya menjadi kebanggaan para aki dan enin, tetapi juga harus dicintai oleh generasi muda agar tetap lestari,” ujar Herdiat.
Ia juga menyoroti potensi besar Kabupaten Ciamis sebagai salah satu sentra produksi angklung. Meski selama ini angklung lebih identik dengan wilayah Bandung, banyak perajin alat musik bambu tersebut justru berasal dari Ciamis.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi peluang untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya.
“Dibuat di kita, dipakai di kita, maka gebyarnya juga harus di Ciamis. Kalau seluruh kabupaten hingga desa bisa kompak, Insya Allah ini menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan banyak pengunjung,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Herdiat turut bergabung bersama 465 peserta yang terdiri dari ASN dan para purnabakti memainkan angklung secara bersama-sama.
Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Ciamis H. A. Koswara menjelaskan, kegiatan Gebyar Angklung bertujuan mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Tatar Galuh melalui pelestarian seni budaya Sunda.
Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga panitia terpaksa membatasi jumlah peserta.
“Saat ini ada 465 peserta yang ikut. Sebenarnya masih banyak daerah yang ingin berpartisipasi, tetapi untuk pelaksanaan kali ini jumlah peserta kami batasi,” jelas Koswara.

Ia mengapresiasi dukungan seluruh instansi, peserta, dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Koswara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga budaya Sunda, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Kabupaten Ciamis yang maju dan berbudaya.
“Mari kita babarengan, sabilulungan, guyub ngawangun Galuh agar cita-cita membangun daerah dapat terwujud bersama,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Gebyar Angklung Part 2, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap seni angklung tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi ikon wisata budaya yang mampu menarik wisatawan serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.(***)
Penulis: Agus Suryana
Editor: Adr










