Lenteraindonesia.net | CIAMIS – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis melalui UPTD Perbibitan Ternak dan Perbenihan Ikan menargetkan produksi 7 juta benih ikan nila (larva) sepanjang tahun 2026. Program ini bertujuan mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Ciamis.
Kepala UPTD Perbibitan Ternak dan Perbenihan Ikan Disnakan Kabupaten Ciamis, Selly Haerani, S.Pt., M.P., mengatakan sebanyak 70 persen dari total produksi benih ikan akan disalurkan kepada masyarakat melalui program hibah. Sementara 30 persen sisanya akan dipasarkan untuk mendukung pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan adanya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah, sebagian hasil produksi benih ikan kini dapat dijual sebagai upaya mendukung PAD,” ujar Selly saat ditemui di Kantor UPTD Disnakan Kabupaten Ciamis, Rabu (22/7/2026).
Selly menjelaskan, sebelum diberlakukannya regulasi tersebut, seluruh hasil produksi benih ikan disalurkan melalui program hibah kepada kelompok pembudidaya. Namun, setelah adanya Perda Nomor 1 Tahun 2025, skema penyaluran disesuaikan sehingga 70 persen dialokasikan untuk hibah dan 30 persen untuk penjualan.

Menurutnya, program hibah benih ikan selama ini memberikan dampak positif bagi sejumlah kelompok pembudidaya. Banyak kelompok yang berhasil mengembangkan usaha budidaya hingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggotanya.

“Sebagian kelompok penerima hibah mampu berkembang dengan baik sehingga usahanya semakin maju dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya. Namun, ada juga kelompok yang belum mampu mempertahankan usahanya,” jelasnya.
Disnakan Kabupaten Ciamis berharap target produksi 7 juta benih ikan nila pada tahun 2026 dapat memperkuat sektor perikanan budidaya, meningkatkan produktivitas pembudidaya ikan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.(***)
Penulis: Agus Suryana
Editor: Adr











