Lenteraindonesia.net | BOGOR — Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor mendapat kunjungan dari tim Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor dalam rangka studi lapangan refleksi satu dekade Dana Desa, Rabu (20/05/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Direktorat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan RI.
Desa Kemang dipilih sebagai lokus studi lapangan karena dinilai memiliki karakteristik unik sebagai Desa Pusat Pertumbuhan (Core-Suburban) di wilayah Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan koridor utama transisi wilayah.
Selain itu, Desa Kemang juga dianggap strategis untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Dana Desa, khususnya pada desa yang telah menyandang status Desa Mandiri.
Kepala Desa Kemang, Entang Suana mengatakan, kedatangan tim Kementerian Keuangan bertujuan melakukan diskusi dan evaluasi terkait pemanfaatan Dana Desa selama kurun waktu 2015 hingga 2025.
“Kita kedatangan tim dari Kemenkeu bersama DPMD Kabupaten Bogor. Dari Kemenkeu kepentingannya adalah diskusi untuk menyusun refleksi satu dasawarsa Dana Desa dari tahun 2015 sampai 2025,” ujar Entang Suana kepada wartawan.
Menurut Entang, tim dari Kementerian Keuangan tidak hanya meminta masukan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh mengenai dampak Dana Desa terhadap pembangunan dan pertumbuhan Desa Kemang.
Pembahasan meliputi pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi desa, pengelolaan BUMDes, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Dana Desa selama 10 tahun digunakan untuk apa saja di Desa Kemang dan perkembangan apa saja yang terlihat, itu yang mereka pelajari,” jelasnya.
Tim Kementerian Keuangan juga melakukan kunjungan langsung ke unit usaha BUMDes untuk melihat perkembangan program ekonomi desa.
Dalam kegiatan tersebut, diskusi dibagi menjadi lima kelompok yang melibatkan berbagai unsur masyarakat desa.
Mulai dari perangkat desa, kepala desa, sekretaris desa, pengelola BUMDes, tokoh masyarakat, Karang Taruna, hingga kader Posyandu dan PKK turut dilibatkan dalam sesi diskusi.
“Semua tim dari Kementerian Keuangan berdiskusi, mempertanyakan tentang Dana Desa yang selama 10 tahun ini dampaknya seperti apa, pengelolaannya seperti apa, dan proses penggunaannya seperti apa,” tambah Entang.
Ia mengaku tidak menyangka Desa Kemang dipilih mewakili desa-desa di Kabupaten Bogor dalam studi refleksi Dana Desa tersebut.
“Saya juga tidak tahu, kemarin dapat surat bahwa Desa Kemang ditunjuk untuk diajak diskusi mewakili Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(***)
Penulis: Redaksi
Editor: Adr











