Lenteraindonesia.net | Bogor – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ustadz Ay Sogir menyampaikan tausiah mendalam mengenai hakikat ibadah kurban dalam kajian keislaman yang digelar di Majlis Alqallam, kantor sekretariat Portal Siber, Bogor, Jumat (22/5/2026).
Dalam kajian bertema “Hakikat Berkurban” tersebut, Ustadz Ay Sogir menegaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk ketundukan, cinta, dan upaya mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Menurutnya, esensi kurban terletak pada keikhlasan hati dan kesiapan seorang hamba untuk mengorbankan sesuatu yang dicintai demi menjalankan perintah Allah SWT.
“Kurban itu hakikatnya adalah menyerahkan apa yang kita cintai dan miliki demi perintah Allah. Seperti kisah Nabi Ibrahim AS yang siap menyerahkan putranya, hingga akhirnya Allah menggantinya dengan hewan sembelihan. Intinya adalah kesiapan berkorban, bukan hanya soal daging yang dibagikan,” ujar Ustadz Ay Sogir di hadapan jamaah.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Ay Sogir juga mengingatkan bahwa yang dinilai Allah SWT dari ibadah kurban bukanlah daging maupun darah hewan sembelihan, melainkan ketakwaan dan niat tulus dari orang yang berkurban.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 37:
“Daging-daging sembelihan dan darah-darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
Menurutnya, ibadah kurban harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tidak dijadikan ajang mencari pujian atau pamer kemampuan ekonomi.
“Berkurban bukan untuk riya atau sekadar tradisi tahunan. Hewan yang disembelih harus sehat, berkualitas, dan memenuhi syarat sebagai bentuk bahwa kita memberikan yang terbaik demi mengharap ridha Allah,” jelasnya.
Selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, Ustadz Ay Sogir menegaskan bahwa kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat.
Melalui pembagian daging kurban kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, umat Islam diajak memperkuat persaudaraan serta berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha.
Menurutnya, momentum kurban menjadi sarana membangun solidaritas sosial dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan.
“Jadikan kurban sebagai bukti cinta kita kepada Allah dan bukti kepedulian kita kepada sesama. Itulah hakikat kurban yang sesungguhnya,” tegasnya.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Ay Sogir juga mengingatkan umat Islam yang memiliki kemampuan rezeki agar tidak mengabaikan ibadah kurban.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menegaskan besarnya keutamaan berkurban bagi umat Islam yang mampu secara finansial.
“Barangsiapa yang mempunyai kelapangan rezeki lalu tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami,” ucapnya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.
Kajian yang berlangsung penuh khidmat tersebut mendapat sambutan hangat dari para jamaah Majlis Alqallam. Mereka berharap pemahaman mengenai makna kurban yang benar dapat semakin tersebar luas dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.(***)
Penulis: Bais
Editor: Adr











