Lenteraindonesia.net | JAKARTA — Di tengah ketidakpastian global, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikan Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kemenhaj, Afief Mundzir, dalam kegiatan Studium General dan pelantikan Pusat Studi Haji dan Umrah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Afief mengungkapkan, kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji semakin meningkat seiring dinamika global yang tidak menentu. Tantangan yang dihadapi meliputi aspek kesehatan, keselamatan jemaah, hingga isu perubahan iklim dan geopolitik.
“Penguatan jejaring global menjadi kunci penting dalam mitigasi penyelenggaraan haji. Kita tidak bisa bekerja sendiri menghadapi kompleksitas ini,” ujar Afief.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak untuk merespons perubahan global yang terus berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya peran dunia akademik dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan haji. Perguruan tinggi dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam penguatan riset, analisis kebijakan, serta penyusunan solusi yang aplikatif.
“Kehadiran PSHU diharapkan tidak hanya menjadi pusat kajian, tetapi juga laboratorium penelitian yang mampu menjembatani kebutuhan antara teori dan praktik di lapangan,” jelasnya.
Selain penguatan jejaring global, Kemenhaj juga memfokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Afief menyebut pihaknya tengah menyiapkan SDM yang adaptif dan profesional agar mampu merespons dinamika global secara cepat dan tepat.
Di tengah berbagai isu yang berkembang, Kemenhaj memastikan sistem antrean haji nasional tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.
“Kami pastikan sistem antrean tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu,” tegasnya.
Kegiatan Studium General dan pelantikan PSHU ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan akademik dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi berbasis riset yang relevan dengan tantangan global yang terus berkembang. (Igon)
Editor: Adr











