Lenteraindonesia.net, Bogor, 22 Maret 2025 – Pamong BudayaKabupaten Bogor menggelar Dialog Budaya dan Penanaman Pohon di Setu Pemda Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kearifan lokal budaya Sunda dalam mengelola air dan sampah.
Acara tersebut dihadiri oleh tokoh lingkungan SUTANANDIKA,MPd, IWAN PATANJALA Tokoh peduli Sungai Ciliwung Cisadane. SANDI Tokoh penggiat Bank Sampah, penggiat Rumah kreatif Nusantara. Dewan kesenian Kab Bogor yang diwakili oleh sekjen Rijki Permana dan seniman Budayawan kota kabupaten serta para tokoh masyarakat, budayawan, dan pelajar. Dalam sambutannya, Bambang Sumantri Sos. Selaku ketua Pamong budaya Kabupaten bogor mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembalikan kearifan lokal budaya Sunda dalam mengelola lingkungan hidup.
“Kita harus mengakui bahwa budaya Sunda memiliki kearifan lokal yang sangat tinggi dalam mengelola lingkungan hidup, terutama dalam mengelola air dan sampah,” kata Bambang sumantri.
Dalam dialog budaya yang dipandu oleh budayawan Sunda, bah Cecep suling para peserta diskusi membahas tentang pentingnya menghidupkan kembali kearifan lokal budaya Sunda dalam mengelola lingkungan hidup. Mereka juga membahas tentang bagaimana cara mengelola air dan sampah dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
Setelah dialog budaya, para peserta melakukan penanaman pohon di sekitar Setu Pemda Bogor. Penanaman pohon ini bertujuan untuk menghidupkan kembali ekosistem di sekitar setu dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Dengan kegiatan ini, Pemda Kabupaten Bogor berharap dapat menghidupkan kembali kearifan lokal budaya Sunda dalam mengelola lingkungan hidup dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Menurut Bambang sumantri acara dialog dan Diskusi ini akan menjadi kegiatan rutin sebulan sekali pungkas nya. ( Red )











