Lenteraindonesia.net | Kota Bogor – Proyek Revitalisasi SDN Gang Aut menuai sorotan. Warga RW 004 dan RW 005 Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menyuarakan kekecewaan mereka atas minimnya pelibatan masyarakat dalam proyek Revitalisasi SDN Gang Aut yang saat ini tengah berjalan, Jum’at (20/06/25).
Proyek tersebut diketahui menelan anggaran sebesar Rp3,5 miliar dengan CV. Surya Jaya Abadi (SJA) yang berdomisili di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sebagai pemenang lelang tender dari Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan, pekerjaan berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan (210 Hari kalender).
Galuh, salah satu warga RW 004, mengungkapkan bahwa dirinya dan sejumlah warga lainnya tidak mendapat kesempatan bekerja dalam proyek tersebut, meski lokasi rumah mereka sangat dekat dengan titik pekerjaan.
“Kami tidak minta jatah. Kami hanya ingin bekerja, menukarkan keringat kami untuk menghidupi keluarga,” ujarnya kepada tim media ini, Jum’at lalu (13/06).
Ketua RW 005 menambahkan bahwa di wilayahnya hanya 5 orang yang tercatat dilibatkan, dan itu pun belum mendapatkan kejelasan pekerjaan. Hal ini dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan sejumlah regulasi nasional yang berlaku.
“Kami merasa suara kami diabaikan. Padahal jelas dalam aturan disebutkan pentingnya keterlibatan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di lingkungan proyek,” tambah Ketua RW 005.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi terhadap temuan dan keluhan warga. Warga berharap pemerintah kota turun tangan melakukan evaluasi agar prinsip keadilan dan partisipasi dalam pembangunan benar-benar diwujudkan. (*/Tim)
Editor: Adr











