Diduga memanipulasi Data Dalam Rekrutmen PPPK, Dua Orang Tenaga Kesehatan, diloloskan Mantan Kadis Kesehatan Taput

Lenteraindonesia.net, Taput – Dua orang tenaga kesehatan calon PPPK diduga palsukan data pribadinya seakan bertugas mengabdi tenaga honorer di Puskesmas Pangaribuan disebut sekaligus dua putri dari Kepala Puskesmas Pangaribuan (OR) diloloskan oleh mantan Kadis Kesehatan Taput (SM) bersekongkol dengan Kapus Pangaribuan terkait hasil seleksi PPPK yang diduga tidak sesuai aturan, (selasa) 15 Agustus 2023

Dua orang tenaga kesehatan Puskasmas Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara diloloskan mengikuti ujian seleksi PPPK yang diduga tidak sesuai aturan.

Pakar hukum sekaligus Dosen Fakultas Hukum di salahsatu Universitas Tapanuli Utara menyoroti, beredarnya berita di media sosial dua orang tenaga medis puskesmas Pangaribuan, lolos persyaratan walapun dikabarkan ke dua orang diduga memalsukan data seakan dirinya pernah honor di Puskesmas pangaribuan, pada hal kedua orang tersebut diketahui sebagai tenaga pendidik di sekolah kesehatan Doloksanggul, tetap diloloskan dalam tahap seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Kesehatan.

Kedua tenaga medis ini seharusnya tidak layak mengikuti seleksi, karena diduga tidak sesuai aturan.

Informasi yang dihimpun dari sumber berita minta namanya dirahasiakan mengatakan, kedua nama calon PPPK tersebut tidak pernah sebagai tenaga honorer di Puskesmas Pangaribuan, mengatakan dari segala tahapan diduga kuat adanya manipulasi dokumen.

Hal ini terkuak dalam salah satu persyaratan mendaftar PPPK yaitu, peserta diwajibkan mendaftar sesuai tempat kerja saat itu di puskesmas masing-masing.

Hal ini yang menjadi kekeliruan dari Kepala Puskesmas Pangaribuan dan diduga bersekongkol dengan mantan Kepala Dinas Kesehatan (SM), yang meloloskan dokumen peserta yang tidak sesuai dengan keterangan sebenarnya.

Selain itu kedua tenaga medis ini diloloskan walau memalsukan data terkait berapa lama ia telah bekerja.( edy/Red )