Jalan Khusus Tambang Bogor Barat Terhubung JORR III, Pemkab Siapkan APBD Rp100 Miliar

Lenteraindonesia.net | KABUPATEN BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pembangunan jalan khusus tambang sepanjang sekitar 11 kilometer akan melintasi tiga kecamatan di wilayah Bogor Barat, yakni Rumpin, Cigudeg, dan Parung Panjang. berat tidak lagi melintas di jalan umum yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena memicu kerusakan jalan dan kemacetan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan jalan khusus tambang itu nantinya akan terintegrasi dengan jaringan Jakarta Outer Ring Road III.

“Panjangnya sekitar 11 kilometer dan nanti terintegrasi dengan JORR III. Jalurnya melintasi Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg,” ujar Ajat Rochmat Jatnika, Kamis (7/5/2026).

Menurut Ajat Rochmat Jatnika, trase jalan khusus tambang sudah ditetapkan dan kini tengah memasuki proses penetapan lokasi (penlok) di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain mengurangi lalu lintas truk tambang di jalan umum, integrasi dengan Jakarta Outer Ring Road III dinilai akan mempercepat distribusi material tambang menuju kawasan industri dan proyek infrastruktur di Jabodetabek.

Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar dalam APBD 2026 yang difokuskan untuk pembebasan lahan.

Namun demikian, pemerintah berharap sebagian lahan dapat dihibahkan oleh perusahaan tambang yang wilayah operasionalnya bersinggungan dengan trase jalan khusus tersebut.

“Kalau ada perusahaan yang bersedia menghibahkan lahannya, tentu tidak semua pembebasan harus menggunakan APBD,” jelasnya.

Saat ini, proses appraisal atau penilaian harga lahan masih berjalan guna menentukan bidang tanah yang akan dibebaskan pemerintah maupun yang berpotensi dihibahkan pihak swasta.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut pembangunan jalan khusus tambang menjadi solusi agar aktivitas pertambangan tidak lagi mengganggu masyarakat di wilayah Bogor Barat.

“Jalan khusus tambang ini salah satu solusi yang kami ambil bersama DPRD Kabupaten Bogor untuk mencari jalan tengah sehingga saat operasional tambang kembali dibuka tidak mengganggu pengguna jalan umum,” tutur Rudy Susmanto.

Pembangunan jalur khusus tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak sosial dan lingkungan akibat lalu lintas kendaraan tambang yang selama ini menjadi keluhan warga di kawasan Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg. (***)

 

Penulis: Igon

Editor: Adr