Panitia SPMB SMPN 1 Sepatan Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru

Lenteraindonesia.net | TANGERANG – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN 1 Sepatan, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan transparansi proses seleksi setelah muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara nilai akademik maupun domisili calon peserta didik dengan hasil seleksi yang diumumkan, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, terdapat calon siswa yang memiliki nilai akademik relatif tinggi namun tidak dinyatakan lolos seleksi. Sementara itu, terdapat pula calon siswa yang disebut berdomisili sekitar dua kilometer dari sekolah justru diterima, sedangkan calon lain yang diklaim memiliki jarak tempat tinggal lebih dekat tidak lolos.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme penilaian serta penerapan jalur penerimaan yang digunakan dalam proses SPMB tahun ini.

“Saya berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat memahami dasar penentuan kelulusan setiap calon siswa,” ujar salah seorang warga Sepatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masyarakat juga berharap panitia SPMB SMPN 1 Sepatan dapat menyampaikan informasi secara rinci mengenai mekanisme seleksi, termasuk komponen penilaian, ketentuan domisili, serta dasar penetapan hasil seleksi. Menurut mereka, keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penerimaan peserta didik baru.

Hingga berita ini diterbitkan, panitia SPMB maupun pihak SMPN 1 Sepatan belum memberikan keterangan resmi terkait pertanyaan yang disampaikan masyarakat mengenai proses seleksi tersebut.

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak sekolah untuk memperoleh konfirmasi. Apabila klarifikasi resmi telah diperoleh, berita ini akan diperbarui sesuai dengan informasi dari pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

Dengan adanya penjelasan yang transparan, diharapkan polemik mengenai hasil SPMB dapat diselesaikan secara terbuka sehingga memberikan kepastian bagi calon peserta didik dan orang tua.(***)

 

 

Penulis: Red/KJK

Editor: Adr