Lenteraindonesia.net | Serang — Dalam rangka Ibadah Syukur Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Banten menggelar dzikir dan doa bersama lintas agama yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan dzikir dan doa lintas umat beragama ini menjadi wujud nyata komitmen Kanwil Kemenag Provinsi Banten dalam memperkuat kerukunan, persatuan, dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

Doa lintas agama dipimpin oleh para tokoh agama, di antaranya Ustadz Mufasir (Islam), Marno, S.Ag (Buddha), Romo Mangku Gede Suwono (Hindu), Pendeta Beni Halim (Kristen), serta Peny. Osner Purba (Katolik). Sementara dzikir dipimpin oleh Ketua Rais ‘Aam, KH. Satibi.
Doa bersama tersebut dipanjatkan untuk keselamatan, kedamaian bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya wilayah Provinsi Banten. Selain itu, doa juga secara khusus ditujukan bagi saudara-saudari yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan pemulihan.
Sebelum doa lintas agama, acara diawali dengan pidato kebangsaan lintas agama yang disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, Dr. KH. A.M. Romly.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si, Wakil Gubernur Banten Dr. Raden Ahmad Dimyati Natakusuma, Ketua Umum MUI Provinsi Banten Dr. KH. Bazari Syam, M.Pd, Ketua Baznas Provinsi Banten Dr. H. Wawan Wahyudin, Ketua Pengadilan Agama Provinsi Banten Dr. H. Yusuf Buhari, S.H., M.Si, serta unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, jajaran Kanwil Kemenag kabupaten/kota se-Provinsi Banten, keluarga besar purna bakti Kemenag, dan masyarakat umum.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, menegaskan bahwa Provinsi Banten dengan moto Sejuta Santri Seribu Ulama harus terus diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
“Doa lintas umat beragama merupakan simbol nyata moderasi beragama, di mana perbedaan keyakinan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis di Provinsi Banten,” ujar Amrullah.

Menurutnya, sejak 80 tahun lalu Kementerian Agama hadir untuk memastikan nilai-nilai keagamaan menjadi perekat persatuan bangsa, bukan sumber perpecahan.
“Melalui momentum HAB ke-80 ini, Kanwil Kemenag Provinsi Banten meneguhkan komitmen untuk terus merawat kerukunan, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Provinsi Banten Dr. KH. Bazari Syam, M.Pd. (Red)
Editor: Adr











