Lenteraindonesia.net I Kemang Suasana malam di ruas Jalan Kemang – Rancabungur kini tidak lagi sepi. Lampu proyek menyala, suara truk molen terdengar pelan, dan para pekerja terlihat sibuk meratakan cor beton yang baru dituang.
Pekerjaan rekonstruksi jalan ini sengaja digeser ke malam hari. Alasannya sederhana, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Mobil molen kan gede. Kalau siang, jalan ramai, kasihan masyarakat yang mau lewat, yang mau dagang, anak sekolah. Makanya sekarang kita ngecornya malam, biar siang jalan bisa dipakai lagi, ujar Doni, mandor lapangan yang akrab disapa Bang Gendon.

Menurut Bang Gendon, pengecoran malam juga membuat pekerjaan lebih fokus. Lalu lintas lebih lengang, sehingga truk molen bisa masuk dan keluar dengan lebih aman, dan pekerja bisa meratakan beton dengan lebih maksimal tanpa terpotong arus kendaraan.
Meski dikerjakan malam hari, kualitas tetap menjadi prioritas. Setiap adukan beton diratakan, dicek ketebalannya, dan dibiarkan mengeras dengan tahapan yang sesuai standar.
Malam memang lebih capek, tapi hasilnya lebih rapi. Yang penting jalan bagus, warga senang, kata Bang Gendon sambil tersenyum.
Kini, progres pembangunan sudah mencapai 40 persen. Angka itu menjadi kabar baik bagi warga Kemang yang sudah lama menantikan jalan yang mulus dan nyaman dilalui.

Proyek Rekonstruksi Jalan Kemang – Rancabungur ini memiliki nilai kontrak Rp. 1.335.330.000,00 dengan masa pelaksanaan 75 hari kalender. Pelaksananya PT Rajawali Satya Nawasena dengan konsultan pengawas PT. Laksana Disain Daya Cipta.
Warga berharap, dengan pola kerja malam ini, pembangunan bisa terus dikebut tanpa mengorbankan kualitas, dan jalan betonisasi ini segera bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat.
“Proyek ini dari pajak yang dibayar masyarakat, jadi harus kembali ke masyarakat dalam bentuk jalan yang bagus,” tutup Bang Gendon.
Penulis : Redaksi
Editor : Adr











