Lenteraindonesia.net | Bogor, — Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, bekerja sama dengan Mitra Kerja Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/25). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat sekaligus memperluas cakupan layanan kesehatan bagi kelompok rentan.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta, mulai dari tokoh masyarakat, kader posyandu, aparat desa, relawan kesehatan, hingga perwakilan Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten Bogor berlangsung penuh antusiasme dan mendapat apresiasi luas dari para peserta.

Bimtek tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mendukung pelaksanaan Germas di tingkat akar rumput. Materi yang diberikan meliputi pemahaman mendalam mengenai konsep dan strategi nasional Germas, teknik pembinaan kelompok masyarakat, hingga pembentukan agen perubahan di keluarga dan komunitas masing-masing.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Bimtek tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program Germas agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Peran kader, tokoh masyarakat, dan relawan sangat strategis dalam memastikan Germas benar-benar berjalan efektif di tingkat desa,” ujarnya.
Untuk menunjang efektivitas program, Ravindra Airlangga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Layanan ini bertujuan meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

Pemeriksaan yang disediakan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan dengan tenaga medis.
Ravindra menjelaskan bahwa beban pembiayaan penyakit katastropik terus meningkat dan dapat dicegah melalui deteksi dini.
“Selama tahun 2024, lebih dari 20 persen biaya BPJS digunakan untuk menangani penyakit katastropik yang sebenarnya dapat dicegah. Data BPJS menunjukkan penyakit jantung mencapai 22,5 juta kasus, kanker 4,24 juta, stroke 3,89 juta, dan gagal ginjal 1,44 juta kasus. Pemeriksaan rutin seperti cek tekanan darah dan gula darah dapat mencegah penyakit tidak menular berkembang menjadi katastropik,” jelasnya.

Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperluas akses layanan promotif dan preventif, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui kerja sama dengan mitra Komisi IX DPR RI, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Bogor, khususnya di Kecamatan Cileungsi, dalam menerapkan perilaku hidup sehat serta berperan aktif mendukung pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan. (Is)
Editor: Adr Redaksi Lentera Indonesia











