Ketua PERKOMHAN Bogor Raya Asep Mulyadi Mengapresiasi Tindakan Gubernur Jabar Untuk Pembongkaran wisata Hibisc Fantasy 

Lenteraindonesia.net, Bogor – Kawasan Puncak Cisarua Kabupaten Bogor adalah sebagai kawasan hutan lindung dan perkebunan teh yang di kelola oleh PT.Perkebunan Nusantara – PTPN, namun area kawasan tersebut banyak yang beralih pungsi di jadikan Villa Villa dan tempat wisata di antaranya Taman Rekreasi Hibisc Fantasy yang di bangun di area seluas 15.000m2 dan akibat bangunan bangunan tersebut sehingga hujan lebat pada hari Selasa 5 Maret 2025 mengakibatkan terjadi longsor dan banjir bandang di wilayah Cisarua Puncak Kabupaten Bogor yang mengakibatkan korban nyawa dan harta benda.

Peristiwa tersebut membuat geram Gubernur Jawa Barat,Kang Dedi Mulyadi sehingga pada hari kamis 6 Maret 2025 beliau mengajak Menko Bidang Pangan,Zulkifli Hasan dan Mentri lingkungan Hidup,Hanif Faisal Nurofiq turun ke kawasan puncak dan menutup Taman Rekreasi Hibisc Fantasy yang di kelola oleh PT.Jaswita milik BUMD Provinsi Jabar dan meminta Pemda Kabupaten Bogor untuk membongkar semua bangunan di area taman wisata tersebut.

Ketua Perhimpunan Korban Mafia Hukum dan Ketidakadilan – PERKOMHAN Bogor Raya,Asep Mulyadi sangat mengapresiasi tindakan Gubernur Jawa Barat,Kang Dedi Mulyadi yang tidak pandang bulu menutup dan membongkar Kawasan wisata tersebut meski di kelola oleh BUMD Provinsi Jawa Barat karena berdampak pada rusaknya Lingkungan Hidup.

Asep Mulyadi juga mengatakan bahwa hal hal tersebut di atas karena adanya praktek mafia hukum terkait penyalah gunaan izin penggunaan lahan dimana izinnya untuk kawasan hutan lindung dan perkebunan teh tetapi kemudian sebagian beralih fungsi menjadi kawasan bangunan.

Tentunya kami berharap terhadap mereka yang terlibat pada pengalihan fungsi hutan dan perkebunan tersebut agar di proses hukum.

Lanjut Asep Hibisc Fantasy semula mendapatkan izin mengelola lahan sekitar 4.800 meter persegi. Namun, area rekreasi itu mencaplok sampai 15.000 meter persegi. “Izin awal 4.800 meter persegi. Dikerjakan 15.000. Sudah nambah 11.000,” kata dia.

Kalau saja fungsi pengawasan di jalankan dengan baik dan benar maka tentunya tidak terjadi kerugian terhadap pemilik bangunan wisata Hibisc Fantasy dan warga masyarakat Cisarua dan sekitar akibat longsor dan banjir bandang tersebut. Tambahnya. ( Red )