Lenteraindonesia.net | CIAMIS – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memimpin Rapat Koordinasi di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis pada Senin (26/01/2026), dalam rangka persiapan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Kabupaten Ciamis.
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas hasil pengecekan kebersihan oleh tim pusat, sekaligus untuk mengimplementasikan Surat Edaran Bupati terkait imbauan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh camat dan kepala desa se-Kabupaten Ciamis.

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Lingkungan Hidup merupakan respons atas prestasi Kabupaten Ciamis yang dinobatkan sebagai kota kecil terbersih se-Asia Tenggara. Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah catatan yang perlu segera dibenahi.
Meski secara umum wilayah Kabupaten Ciamis dinilai bersih, tim pemantau pusat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kebersihan di sepanjang jalan provinsi dan jalan nasional yang melintasi wilayah Ciamis, yang dinilai kurang terawat.
Bupati menyoroti tidak berjalannya lagi program perawatan jalan nasional seperti “Andir” yang sebelumnya berperan dalam menjaga kebersihan dan drainase. Ia menegaskan bahwa meskipun jalan nasional dan provinsi merupakan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, pemerintah daerah bersama masyarakat tetap harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Beberapa temuan krusial yang menjadi perhatian antara lain masih adanya bekas pembakaran sampah di pinggir jalan, pengelolaan 45 pasar yang masih bersifat tradisional, serta kondisi kebersihan di pasar hewan. Selain itu, rumah-rumah kosong di sepanjang jalan protokol yang tidak terawat juga diminta untuk segera dibersihkan demi menjaga estetika wilayah.
Menjelang kunjungan Menteri Lingkungan Hidup yang dijadwalkan pada Selasa (27/01/2026), Bupati meminta seluruh camat dan kepala desa untuk bersinergi dan mengondisikan wilayah masing-masing agar tetap bersih dan tertata.
Di sela rapat, Bupati Herdiat juga menyampaikan duka cita atas bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya bencana alam.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis menekankan bahwa upaya pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui pengurangan dan pemilahan sampah. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan Bank Sampah bagi sampah bernilai ekonomi serta mengelola sampah organik menjadi komposter atau pakan ternak.
Pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya membangun budaya gotong royong dan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Peningkatan fasilitas pendukung seperti kontainer sampah serta pemasangan media edukasi di titik-titik rawan pembuangan sampah sembarangan diharapkan dapat mempertahankan prestasi Kabupaten Ciamis sebagai daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.( A. Suryana)
Sumber: PROKOPIM CIAMIS
Editor: Adr











