Petugas Gabungan Bongkar 118 Bangunan Liar di Kemang Bogor, Normalisasi Kali Angke untuk Kurangi Risiko Banjir

Lenteraindonesia.net | BOGOR – Petugas gabungan melakukan penertiban dan pembongkaran 118 bangunan liar (bangli) yang berdiri di sempadan Kali Angke di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penertiban ini merupakan bagian dari program normalisasi Kali Angke untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko banjir.

Kegiatan penertiban dimulai pada Senin (29/6/2026) dan melibatkan Satpol PP Kabupaten Bogor bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara, mengatakan pembongkaran dilakukan terhadap bangunan yang berdiri di sempadan sungai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Penertiban bangunan di sempadan Kali Angke dilaksanakan sebagai upaya mendukung program normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir sekaligus mengembalikan fungsi daerah aliran sungai,” ujar Rhama, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, proses pembongkaran dilakukan secara manual maupun menggunakan alat berat agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif.

Seluruh material bekas bangunan juga langsung dibersihkan dari lokasi sehingga proses normalisasi sungai dapat segera dilanjutkan.

Rhama menjelaskan, total terdapat 118 bangunan liar yang ditertibkan di tiga desa di Kecamatan Kemang.

Rinciannya meliputi:

– Desa Kemang: 38 bangunan.

– Desa Parakan: 77 bangunan.

– Desa Pondok Udik: 3 bangunan.

“Hampir seluruh bangunan di Desa Kemang sudah dibongkar. Di Desa Parakan, puluhan bangunan juga telah melakukan pembongkaran, sedangkan di Desa Pondok Udik terdapat tiga bangunan yang ditertibkan,” jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti dari masyarakat.

Meski demikian, petugas menghadapi sejumlah kendala teknis, di antaranya keterbatasan armada pengangkut material bongkaran serta akses menuju lokasi yang cukup sempit sehingga memperlambat proses pembersihan.

“Kegiatan berlangsung aman dan tertib. Kendala utama hanya pada armada pengangkut material serta akses menuju lokasi yang terbatas,” kata Rhama.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap normalisasi Kali Angke dapat memperlancar aliran air, mengurangi potensi banjir saat musim hujan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi sempadan sungai sesuai ketentuan yang berlaku.(***)

 

 

Penulis: Igon

Editor: Adr