Lenteraindonesia.net | CIPUTAT — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyebut pondok pesantren menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan yang saat ini tercatat sebagai tertinggi di Provinsi Banten.
Hal tersebut disampaikan Pilar saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren se-Kota Tangerang Selatan dan Pengukuhan Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) periode 2025–2030 di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Rabu (13/5/2026).
“IPM Tangsel yang menempati posisi tertinggi di Provinsi Banten tidak terlepas dari peran pondok pesantren,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Ia menilai derasnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam pembentukan karakter generasi muda saat ini.
“Kami melihat pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pesantren semakin relevan,” katanya.

Pilar menambahkan, Pemerintah Kota Tangsel merasa sangat terbantu dengan keberadaan pondok pesantren yang selama ini ikut mendukung pendidikan masyarakat selain sekolah formal.
Sejalan dengan visi Kota Tangsel sebagai kota cerdas, modern, dan religius, Pilar menilai kemampuan akademik saja belum cukup untuk membentuk generasi unggul.

Karena itu, Pemerintah Kota Tangsel bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai mendorong pembelajaran kitab kuning secara bertahap di sekolah formal.
“Kami mulai mendorong pembelajaran kitab kuning sejak sekolah dasar. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pesantren, Pemkot Tangsel juga terus menyalurkan berbagai program beasiswa untuk para santri.
Program tersebut mencakup bantuan pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Selain itu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pemerintah daerah juga memberikan beasiswa khusus bagi penghafal Al-Qur’an.
Program itu diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan nilai keagamaan yang baik. (Red)
Penulis: Redaksi KJK
Editor; Adr











