Proyek Drainase di Jl. Pancasan Kota Bogor Diduga Tak Gunakan Lantai Kerja Pasir, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Lenteraindonesia.net | Kota Bogor – Proyek peningkatan sistem drainase di Jalan Pancasan, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Mitra Bayu Pratama tersebut diduga tidak menggunakan lantai kerja pasir—komponen penting dalam pemasangan saluran beton pracetak (U-Ditch).

Kegiatan yang menelan anggaran Rp. 199.496.427,00 ini dikerjakan oleh CV. Mitra Bayu Pratama sebagai pelaksana, dengan lama pekerjaan 45 hari kalender, dibiayai oleh APBD Kota Bogor tahun 2025.

Papan Proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan, Perbaikan Drainade Jl. Pancasan, (Doc.Foto: Adr/Red/Lenteraindonesia).

Hasil pantauan tim redaksi di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan. Beberapa pasangan U-Ditch terlihat tidak terpasang sejajar dan simetris, mengindikasikan kemungkinan tidak digunakannya lantai kerja sebagai dasar pondasi saluran.

diduga tidak simetris dan genangan air pada proyek pekerjaan drainase di Jl. Pancasan, (Doc.Foto: Adr/Lenteraindonesia/red/)

Saat dikonfirmasi di lokasi proyek pada Selasa (10/6/2025), Hj. Erna selaku pelaksana proyek menegaskan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai prosedur teknis. Ia juga menyatakan bahwa seluruh tahapan pengerjaan telah melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

“Iya Pak, untuk pekerjaan ini sudah sesuai. Saya ada fotonya. Sebelum dipasang, kami pastikan tidak ada U-Ditch yang retak atau patah. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak Dinas (PPK-red), dan mereka menyatakan sesuai, jadi kami pasang. Untuk lantai kerja, kami juga gunakan pasir,” jelasnya.

Namun, saat ditunjukkan kondisi U-Ditch yang terlihat tidak sejajar dan tidak simetris di lapangan, Hj. Erna kembali menegaskan bahwa pihaknya tetap menggunakan lantai pasir. Ia bahkan menunjukkan dokumentasi foto yang memperlihatkan dasar saluran, meskipun pasir tampak bercampur dengang genangan air.

Diduga tidak menggunakan lantai kerja pasir, (Doc.Foto: Adr/Red)

“Ini sudah sesuai, Pak. Saya juga berkordinasi dengan pengawas dari Dinas yang setiap hari berada di lokasi. Sekarang saya tanya, maunya Bapak bagaimana? Ini hasil kerja kami. Kalau masih kurang puas, silakan saja hubungi Pak Ferdinand, PPK dari Dinas,” tambahnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas PUPR Kota Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut. Tim redaksi masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari pejabat teknis untuk memastikan apakah proyek ini benar-benar telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan. (Adr/Tim)