PT. Bukit Asam Dorong Transformasi PETI Lewat Panen Ikan Nila Bersama di Muara Enim

Lenteraindonesia.net | Muara Enim – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan transformasi ekonomi masyarakat pascatambang melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Panen Bersama Budidaya Ikan Nila yang digelar oleh Kelompok Budidaya Ikan Putra Susukan, binaan PTBA, di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Rabu, (05/11/25).

Kegiatan panen bersama ini merupakan bagian dari Program Transformasi PETI (Pertambangan Tanpa Izin) tahun 2025 yang bertujuan mengalihkan aktivitas masyarakat dari kegiatan pertambangan ilegal menuju sektor ekonomi produktif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PT Bukit Asam Tbk; Yusuf, Kasi Pemerintahan yang mewakili Pemerintah Desa Tanjung Agung; Ajis Purnomo, Sustainable Community Development Section Head PTBA; serta Putra Zaman, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Putra Susukan.

Dalam sambutannya, Putra Zaman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Bukit Asam atas dukungan yang diberikan sejak awal program berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan PT Bukit Asam hingga kami bisa meningkatkan produktivitas usaha kami. Acara ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung program Transformasi PETI dan memakmurkan masyarakat kami,” ujarnya.

Sementara itu, Dedy Saptaria Rosa menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“PT Bukit Asam berusaha untuk terus berkontribusi kepada masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung. Budidaya ikan ini potensinya sangat besar karena ikan merupakan bahan konsumsi utama masyarakat. Bahkan, peluangnya bisa berkembang ke produk olahan seperti abon ikan dan lainnya, sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengurangi aktivitas illegal mining,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PT Bukit Asam menyalurkan 10.000 bibit ikan nila kepada kelompok binaan. Sebanyak 6.000 ekor dikelola oleh Kelompok Putra Susukan, sementara 4.000 ekor lainnya disalurkan ke kolam mitra binaan lain.

Dalam satu kali masa panen, kelompok ini mampu menghasilkan sekitar 1 ton ikan nila yang dipasarkan ke masyarakat sekitar, penjual eceran, pasar tradisional, hingga rumah makan lokal.

Kegiatan panen bersama ini juga turut dihadiri oleh kelompok pembibitan ikan, kelompok budidaya puyuh, dan kelompok budidaya maggot, yang menunjukkan sinergi antar komunitas binaan PTBA dalam menciptakan ekosistem usaha mikro yang saling mendukung.

Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan seperti ini, PT Bukit Asam berharap produktivitas dan daya saing kelompok budidaya ikan di Desa Tanjung Agung dapat terus meningkat sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini juga diharapkan menjadi contoh keberhasilan transformasi ekonomi masyarakat dari sektor pertambangan menuju kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Reporter: (N Siregar)

 Editor: Adr