Lenteraindonesia.net | Kota Tangerang – Penataan kawasan Kuliner Pasar Lama, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang kembali menjadi sorotan setelah PT Tangerang Nusantara Global (TNG) memastikan akan menertibkan jalur kiri kawasan tersebut sebagai jalur evakuasi. Satpol PP Kota Tangerang juga menegaskan siap melakukan tindakan tegas terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih membandel. Hal itu disampaikan pada Sabtu (06/12/2025).
Kabid PKL PT TNG, Mumu Nurwana, menjelaskan bahwa pihaknya telah berulang kali mengimbau para pedagang agar tidak berjualan di area terlarang, khususnya jalur kiri yang telah disepakati sebagai jalur evakuasi pascakebakaran beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, masih terdapat 2–3 PKL yang tetap membuka lapak di lokasi tersebut.
“Kami sudah memberikan peringatan dan imbauan, namun masih ada PKL yang tidak mematuhi aturan. PT TNG memiliki regulasi yang jelas, dan kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Satpol PP Kota Tangerang juga akan menindak tegas sesuai Perda dan Perwal,” ujar Mumu.
Ia menegaskan, seluruh surat peringatan telah dilayangkan. Jika pelanggaran masih berlanjut, penindakan sepenuhnya diserahkan kepada Satpol PP, termasuk kemungkinan penerapan pidana tindak pidana ringan (Tipiring).

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Satpol PP Kota Tangerang, Hadi Ismanto, menegaskan bahwa jalur evakuasi harus steril dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas berdagang.
“Ini peringatan terakhir. Jika tidak ada perubahan, tindakan tegas tidak bisa dielakkan lagi. Mereka telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2018,” tegas pria yang akrab disapa Bang Boy itu.
Ia juga meminta kerja sama dari seluruh pedagang agar tidak memaksa petugas mengambil langkah yang lebih keras. “Ini demi kebaikan dan keselamatan bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, warga RW 06 sekitar Pasar Lama meminta agar jalur evakuasi kembali dibersihkan sepenuhnya dari aktivitas pedagang. Warga menilai jalur tersebut sangat vital, terutama pascakebakaran yang pernah terjadi.
“Kita semua warga RW 06 sudah sepakat, jalur evakuasi harus dibuka penuh, tanpa kecuali,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat tim media meninjau lokasi, seorang pedagang es jeruk bernama Iwan mengaku tetap berjualan di jalur kiri karena merasa telah berkoordinasi dengan salah satu warga setempat.
“Ada yang bilang aman. Katanya sudah ada yang tanggung jawab,” ujarnya.
Iwan juga mengaku dirinya membayar sejumlah setoran dengan nilai bervariasi.
“Setorannya beda-beda. Ada yang harian, mingguan, sampai bulanan,” katanya sambil melayani pembeli. (Red/KJK)
Editor: Adr











