Lenteraindonesia.net | Kabupaten Bogor – Desa Malasari di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan yang berada di kawasan kaki pegunungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Selain menawarkan panorama alam yang memukau, desa ini juga menyimpan sejarah panjang yang menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat di wilayah Bogor Barat. Kamis, (17/06/26).
Desa Malasari terletak di kawasan yang masih dikelilingi hutan hujan tropis dan hamparan persawahan yang hijau. Keberadaannya yang berada di kawasan konservasi menjadikan desa ini memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Menurut cerita yang berkembang di kalangan warga, nama Malasari berasal dari dua kata, yakni “Mala” yang berarti indah dan “Sari” yang berarti inti atau sesuatu yang berharga. Nama tersebut menggambarkan harapan masyarakat agar desa ini menjadi wilayah yang subur, makmur, serta memiliki nilai kehidupan yang tinggi bagi generasi penerus.
Sejarah Desa Malasari tidak bisa dilepaskan dari perkembangan perkebunan dan kehutanan pada masa kolonial Belanda. Wilayah ini sejak dahulu dikenal memiliki tanah yang subur sehingga dimanfaatkan sebagai area pertanian dan perkebunan.
Masyarakat setempat menggantungkan hidup dari hasil bumi seperti kopi, padi, serta berbagai tanaman palawija. Selain itu, letak geografis Desa Malasari yang berada di jalur penghubung antara wilayah Bogor dan Banten Selatan menjadikan kawasan ini memiliki peran strategis dalam aktivitas masyarakat pada masa lampau.

Sejumlah peninggalan sejarah di kawasan sekitar desa masih dapat ditemukan hingga saat ini, termasuk bekas jalur perkebunan dan bangunan tua yang menjadi saksi perkembangan wilayah tersebut pada masa kolonial.
Selain memiliki nilai sejarah pada era kolonial, Desa Malasari juga tercatat dalam kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kondisi geografis berupa perbukitan dan hutan lebat membuat kawasan ini menjadi tempat yang aman bagi para pejuang untuk bergerilya melawan penjajah.
Cerita perjuangan rakyat tersebut hingga kini masih hidup di tengah masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai perjuangan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Malasari.
Seiring perkembangan zaman, Desa Malasari kini dikenal sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang banyak dikunjungi wisatawan. Keindahan alam berupa persawahan terasering, sungai yang jernih, udara sejuk pegunungan, serta hutan tropis yang masih alami menjadi daya tarik utama desa ini.
Wisatawan juga dapat menikmati berbagai aktivitas seperti trekking, camping, edukasi lingkungan, hingga wisata budaya yang menampilkan kehidupan masyarakat Sunda yang masih menjaga tradisi leluhur.
Kesenian tradisional, kegiatan gotong royong, serta berbagai ritual adat yang masih dilestarikan menjadi kekayaan budaya yang memperkuat identitas Desa Malasari sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal.
Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan sumber daya alam yang dimiliki, Desa Malasari tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga simbol harmonisasi antara manusia dan alam. Upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan masyarakat setempat menjadi contoh penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan konservasi di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Kini, Desa Malasari terus berkembang sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Bogor yang menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus memperkenalkan sejarah dan budaya Sunda kepada generasi muda maupun wisatawan dari berbagai daerah.(***)
Penulis: Igon
Editor: Adr











