Lenteraindonesia.net | BOGOR – Tradisi Sedekah Bumi sekaligus potensi durian lokal Kabupaten Bogor akan diangkat dalam Festival Durian “Hajat Kadu” Sedekah Bumi Tegal Hawuan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026.
Festival tersebut akan digelar di Tegal Hawuan, Desa Anta Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, dengan menggabungkan pelestarian budaya, promosi durian lokal, pemberdayaan petani, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini digagas Pamong Budaya Kabupaten Bogor bersama Cakra Karuhun Nusantara dan Kelompok Tani Hutan Giri Kembar. Mengusung tagline “Satu Bumi – Satu Rasa – Satu Bersama”, festival membawa tema “Tradisi Lestari, Bumi Subur, Warga Makmur.”
Ketua Pamong Budaya Kabupaten Bogor, Kie Sumantri, mengatakan Festival Durian Hajat Kadu tidak sekadar menjadi agenda kuliner, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi masyarakat sekaligus membuka ruang promosi bagi produk lokal.
“Festival ini bukan hanya pesta durian. Ini adalah wujud syukur kepada Tuhan dan alam lewat tradisi Sedekah Bumi. Sekaligus menjadi panggung bagi petani dan UMKM lokal untuk bangkit,” ujar Kie Sumantri saat ditemui di lokasi, Selasa (12/8/2026).

Menurut Kie, kawasan Anta Jaya memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, keberadaan festival diharapkan dapat memperkenalkan potensi durian lokal Anta Jaya kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk pengunjung dari luar Kabupaten Bogor.
“Kami ingin targetnya jelas, yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat. Durian Anta Jaya ini potensinya besar. Lewat festival, kami perkenalkan ke khalayak lebih luas,” jelasnya.
Festival durian juga dinilai dapat menjadi sarana mempertemukan petani, pelaku UMKM, komunitas budaya, masyarakat, dan wisatawan dalam satu kegiatan yang mengangkat potensi daerah.
Konsep serupa juga banyak digunakan dalam pengembangan festival durian di berbagai daerah, dengan menggabungkan promosi buah lokal, UMKM, seni budaya, dan pariwisata.
Selain agenda utama menikmati durian, Festival Hajat Kadu akan diisi dengan sejumlah kegiatan yang bernuansa budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian acara antara lain doa bersama Sedekah Bumi, pameran “Durian Lokal Pride”, bazar produk UMKM, serta hiburan rakyat berupa Gelar Jaipongan Grup Emon dari Bekasi.
Tradisi Sedekah Bumi menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena mengandung pesan mengenai rasa syukur sekaligus penghormatan masyarakat terhadap lingkungan dan sumber penghidupan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menikmati hasil pertanian, tetapi juga menjaga hubungan sosial dan budaya yang telah berkembang di lingkungan pedesaan.
Panitia menargetkan Festival Durian Hajat Kadu 2026 dapat menarik ribuan pengunjung dari wilayah Bogor maupun luar daerah.
Pengunjung nantinya dapat menikmati suasana pedesaan dengan latar kawasan pegunungan sekaligus mencicipi durian lokal dalam konsep “Makan Durian Sepuasnya.”
Kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat melalui transaksi produk pertanian, makanan, kerajinan, dan berbagai produk UMKM.
Keterlibatan Kelompok Tani Hutan Giri Kembar menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan festival, khususnya dalam memperkenalkan potensi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat.
Panitia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu agenda budaya dan ekonomi lokal yang memperkuat identitas serta potensi Kabupaten Bogor.
“Mari kita jaga bumi, jaga tradisi, dan majukan produk lokal. Hadirilah Festival Durian Hajat Kadu. Rasakan keseruannya,” ajak panitia.
Dengan perpaduan Sedekah Bumi, durian lokal, UMKM, seni budaya, dan potensi wisata, Festival Hajat Kadu diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat kebudayaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Anta Jaya dan sekitarnya.(***)
Penulis: Red
Editor: Adr









