Saturday, August 29, 2026
spot_img
Home Headline SMSI Sambut Positif Rencana Dialog Hasyim Djojohadikusumo dengan BEM UI, UGM dan...

SMSI Sambut Positif Rencana Dialog Hasyim Djojohadikusumo dengan BEM UI, UGM dan ITB

Lenteraindonesia.net | JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyambut positif rencana Hasyim S. Djojohadikusumo untuk berdialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rencana dialog tersebut disampaikan Hasyim saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMSI memperkuat peran media siber dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan kontekstual kepada masyarakat.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., mengatakan program Pokja Newsroom Jaga Desa pada tahap awal melibatkan lima provinsi sebagai pilot project.

Kelima provinsi tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” papar Firdaus.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan pemberitaan dan kolaborasi media dalam mengawal berbagai informasi yang berkaitan dengan masyarakat serta pembangunan di tingkat desa.

Dalam kesempatan yang sama, Hasyim S. Djojohadikusumo mengapresiasi kegiatan yang digelar SMSI.

Ia menyebut kehadirannya dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan konfirmasi di tengah simpang siur informasi yang berkembang, khususnya terkait eskalasi demonstrasi.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ujar Hasyim.

Hasyim juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi secara utuh dan tidak terlepas dari konteks.

Menurutnya, informasi yang disampaikan tanpa konteks dapat memengaruhi cara masyarakat memahami suatu kebijakan maupun persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

Karena itu, komunikasi dan dialog dengan berbagai kelompok masyarakat dinilai penting untuk membuka ruang pertukaran pandangan secara langsung.

Dalam kaitan tersebut, Hasyim menyampaikan bahwa pihaknya telah mengagendakan dialog bersama BEM UI, UGM, dan ITB.

Dialog tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mendengar pandangan, kritik, serta masukan dari kalangan mahasiswa dan akademisi.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari SMSI. Organisasi perusahaan media siber tersebut menilai kampus merupakan salah satu ruang penting dalam kehidupan demokrasi.

Direktur Humas SMSI Pusat, Amrullah Obara, mengatakan rencana dialog tersebut merupakan langkah positif untuk membuka komunikasi antara pemerintah dan kalangan kampus.

“SMSI menyambut positif rencana dialog tersebut. Kampus merupakan salah satu ruang penting bagi penyampaian pandangan, kritik, maupun masukan terhadap berbagai persoalan yang berkembang,” kata Amrullah.

Menurutnya, ruang dialog yang terbuka perlu terus dijaga agar berbagai pandangan dapat disampaikan secara konstruktif.

Amrullah menilai rencana dialog Hasyim dengan BEM UI, UGM, dan ITB juga menunjukkan pentingnya mendengar suara mahasiswa serta akademisi dalam dinamika kehidupan demokrasi.

“Yang terpenting adalah dialog berlangsung secara terbuka dan substansial. Masukan yang muncul dari kampus dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah,” ujarnya.

Di sisi lain, Amrullah menegaskan pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan proses dialog maupun informasi yang berkembang kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.

“Pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan proses dan informasi tersebut secara akurat, berimbang, serta berdasarkan fakta,” tambahnya.

SMSI, kata Amrullah, akan terus mendorong praktik jurnalistik yang mengedepankan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan publik.

Rencana pertemuan Hasyim S. Djojohadikusumo dengan BEM UI, UGM, dan ITB menjadi salah satu poin penting yang mengemuka dalam kegiatan Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI.

SMSI berharap dialog tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat.

Pada tahap awal, Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Selanjutnya, SMSI berencana memperluas konsolidasi program tersebut ke berbagai provinsi di Indonesia.(***)

 

 

Penulis: Red

Editor: Adr