Thursday, August 20, 2026
spot_img
Home Bogor Raya Yayasan Ka’bah dan GPSM Matangkan Kolaborasi Program RTLH, Sasar Rumah Nenek Erum...

Yayasan Ka’bah dan GPSM Matangkan Kolaborasi Program RTLH, Sasar Rumah Nenek Erum di Tanjung Rasa

Lenteraindonesia.net | KABUPATEN BOGOR – Yayasan Ka’bah (KABAH) bersama Gardu Penggiat Sosial Masyarakat (GPSM) mematangkan kolaborasi program kemanusiaan untuk menangani Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bogor.

Koordinasi kedua lembaga tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bogor, Rabu (19/8/2026). Pertemuan membahas langkah strategis penanganan sejumlah rumah warga yang membutuhkan perhatian, salah satunya rumah milik Nenek Erum, warga Kampung Sodong, Desa Tanjung Rasa.

Perwakilan KABAH, Rully Ruhul Mujahid, mengatakan program RTLH menjadi salah satu agenda prioritas kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, masih terdapat warga, khususnya lanjut usia, yang hidup dalam kondisi serba terbatas dan menempati rumah yang tidak lagi aman.

“Kasus Nenek Erum menjadi potret nyata bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Rumahnya berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk, atap bocor, dan berisiko roboh. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal kemanusiaan dan martabat,” ujar Rully.

Ia menilai penanganan RTLH membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima.

Sementara itu, Pendiri GPSM Dian Firmansyah menegaskan kesiapan pihaknya untuk bersinergi melalui gerakan gotong royong.

GPSM akan membantu melakukan asesmen lapangan, mengerahkan relawan, serta membuka ruang partisipasi masyarakat melalui penggalangan donasi.

“Kami sepakat untuk tidak hanya berhenti di wacana. Langkah selanjutnya adalah verifikasi data, penghitungan kebutuhan material, pembentukan panitia kecil, dan eksekusi gotong royong perbaikan bersama warga sekitar. Prinsip kami, 100 persen donasi untuk penerima manfaat,” jelas Dian.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan rumah warga yang membutuhkan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aksi sosial.

Dari hasil pertemuan, KABAH dan GPSM menyepakati sejumlah langkah untuk memastikan program berjalan secara terarah dan transparan.

Langkah tersebut meliputi:

  1. Pendataan ulang dan dokumentasi kondisi rumah Nenek Erum.
  2. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) perbaikan secara terbuka.
  3. Pembukaan posko donasi secara offline maupun online, berupa dana, material bangunan dan tenaga sukarela.
  4. Pelibatan pemerintah desa serta wakil rakyat setempat dalam proses penanganan.

Pendataan dan penyusunan RAB menjadi bagian penting agar kebutuhan perbaikan dapat diketahui secara terukur. Selain itu, keterlibatan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat koordinasi di tingkat wilayah.

Program kolaborasi Yayasan Ka’bah dan GPSM diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan satu rumah, tetapi juga menjadi contoh gerakan sosial berbasis gotong royong dalam menangani persoalan RTLH di Kabupaten Bogor.

Kedua lembaga membuka peluang bagi masyarakat, komunitas, pelaku usaha dan pihak lainnya yang ingin berpartisipasi melalui bantuan dana, material maupun tenaga sukarela.

Pengelolaan dukungan publik juga direncanakan dilakukan secara transparan. Informasi mengenai perkembangan program dan penggunaan donasi akan diperbarui secara berkala kepada para donatur.

Melalui kolaborasi tersebut, Yayasan Ka’bah dan GPSM berharap persoalan rumah tidak layak huni dapat ditangani secara bersama-sama sehingga warga penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, layak dan manusiawi.(***)

 

 

Penulis: Riki

Editor: Adr