Saturday, October 31, 2026
spot_img
Home Dari Daerah 14 Tahun Sahabat Petani Sejahtera, Siti Saidah Dorong Petani Naik Kelas dan...

14 Tahun Sahabat Petani Sejahtera, Siti Saidah Dorong Petani Naik Kelas dan Mandiri Secara Ekonomi

Lenteraindonesia.net | JAKARTA — Lembaga Keuangan Mikro Sahabat Petani Sejahtera (SPS) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-14 pada Selasa (27/10/2026). Di bawah kepemimpinan Siti Saidah atau yang akrab disapa Ibu Ida, SPS mengusung pemberdayaan petani yang tidak hanya berfokus pada akses permodalan, tetapi juga pendampingan usaha menuju kemandirian ekonomi.

Peringatan HUT ke-14 SPS berlangsung di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan SPS dalam mendampingi petani serta memperluas program pemberdayaan di sejumlah wilayah.

Ketua SPS, Siti Saidah, mengatakan bahwa sejak awal lembaganya berupaya menghadirkan pola pemberdayaan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan modal. Menurutnya, petani membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

“Prinsip kami di SPS, jangan hanya diguyur modal lalu ditinggal. Petani harus didampingi. Dari cara mengelola keuangan, meningkatkan kualitas hasil panen, sampai cara memasarkan produknya agar punya nilai jual lebih tinggi,” ujar Ibu Ida dalam sambutannya.

Selama 14 tahun perjalanan, SPS mengklaim telah mendampingi ribuan petani di berbagai kecamatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatra.

Program pendampingan tersebut mencakup akses permodalan, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas hasil panen, pengembangan produk turunan, pengemasan, hingga pemasaran.

Melalui pendekatan tersebut, petani binaan diharapkan tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk bernilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern serta marketplace.

Salah satu petani binaan SPS mengungkapkan bahwa pendampingan yang diterimanya memberikan manfaat bagi perkembangan usaha. Ia mengaku omzet usahanya meningkat hingga tiga kali lipat setelah bergabung dengan program SPS.

Menurutnya, manfaat yang diperoleh bukan hanya akses permodalan, tetapi juga pelatihan kewirausahaan dan pendampingan langsung dalam menjalankan usaha.

“Berkat Ibu Ida dan SPS, kami tidak hanya dapat modal, tapi dapat ilmu. Sekarang petani seperti kami bisa naik kelas,” ungkapnya.

Di usia ke-14 tahun, SPS menyatakan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan. Perhatian khusus juga diarahkan kepada petani milenial dan kelompok tani perempuan agar semakin banyak masyarakat desa yang memiliki kesempatan mengembangkan usaha secara mandiri.

Sebagai bagian dari pengembangan program ke depan, peringatan HUT ke-14 SPS ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada karyawan berprestasi serta peluncuran program baru bertajuk “Petani Naik Kelas Go Digital”.

Program tersebut menjadi langkah SPS dalam mendorong petani memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha dan pemasaran produk pertanian.

Melalui rangkaian program pemberdayaan dan pendampingan, SPS berharap petani semakin mampu mengelola usaha secara profesional, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.(***)

 

 

Sumber: Kabarindoraya.com

Penulis: Bais

Editor: Adr