Budayakan Batik Sekolah Sinar Cendekia Gelar Pameran 

Lenteraindonesia.net, Tangsel – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Hal itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 tahun 2009.

Keppres tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut dari pengakuan batik sebagai warisan tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Batik bukan hanya ekspresi seni atau budaya semata, melainkan juga mencerminkan makna simbolis akan suatu harapan atau cita-cita.(03/10/23)

Sekolah Islam Sinar Cendekia dalam upaya mengenalkan batik pada siswa siswi pun merayakan hari batik nasional ini dengan menggelar pameran batik .

Dalam giat tersebut ruang aula penuh dengan ornamen dan kain batik berbagai motif dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya Ir. Munasri Hadini MSc selaku Direktur pendidikan sekolah Sinar Cendekia menyampaikan bahwa tujuan dari pameran batik ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan akan budaya batik pada generasi muda terutama siswa siswi di lingkungan SD SMP dan SMA sekolah Sinar Cendekia, dan diharapkan para siswa di sekolah ini dapat menjaga mencintai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya dan kekayaan bangsa Indonesia

Dr. Airin Rachmi Diany SH MH yang turut hadir dalam giat ini pun sangat mengapresiasi karya batik yang di pajang dan di pamerkan oleh siswa di sekolah ini.

Saat memberikan sambutan, mantan walikota dua periode di Tangerang Selatan ini mengatakan ” bahwa batik sebagai warisan leluhur wajib dijaga oleh generasi muda Indonesia, jangan sampai batik ini kemudian di akui oleh negara lain.

Sebagai generasi Z para siswa diharapkan mampu mengembangkan seni batik lebih maksimal sesuai dengan daya pikir dan kreasinya, sehingga akan tercipta motif batik baru hasil kreasi generasi sekarang, tanpa menghilangkan akar dan subtansi budaya Indonesia.

Selamat para para guru dan siswa yang telah sukses dalam gelar batik Nusantara ini.

terlihat hadir dalam kegiatan ini Kabid SD Didin S mewakili kepala dinas pendidikan dan kebudayaan serta Eko Pranoto P dari Dewan Pendidikan.

(Dra)