Klarifikasi Terkait Berita Yang Ditayang Di Beberapa Media oleh Kepsek SMA 18 kab. Tangerang.

Lenteraindonesia.net, Kabupaten Tangerang – 10 juli 2024 Beredarnya berita di beberapa media dengan tuduhan miring terhadap sekolah SMA negeri 18 kab. Tangerang. Akan tuduhan bahwa ada pungli, disekolah tersebut, tidak lah benar menurut keterangan kepsek dan humas SMA negeri 18 kabupaten tangerang.

“Apa yang dituduhkan oleh salah satu orangtua yang ingin anaknya pindah sekolah seperti yang di tuliskan di media tidak lah semata sesuai kronologi yang sebenarnya seperti tertulis dibawah ini.

Saya diminta sekitar 4 sampai 5 juta jika ingin masuk, kemarin mentok di 3 juta jika anak saya ingin masuk SMAN 18 Kabupaten Tangerang,” ungkapnya, Senin 8 Juli 2024.

Dia mengatakan, ingin memindahkan anaknya dari salah satu SMAN yang berada di Kecamatan Curug ke SMAN 18 Kabupaten Tangerang lantaran terlalu jauh. Sebab, saat ini dirinya telah pindah rumah ke Perumahan Metro Munjul. Dikutif dari info tangerang.

Mariani Kepsek SMA negeri 18 menyampaikan dirinya pernah didatangi oleh orang tua murid yang inigin anaknya sekolah di SMA 18. Mereka membicarakan perihal kepindahan namun dengan wajah kurang pantas kepada dirinya. Dengan mengatakan saya ini kerja bu, saya terhalang kerja dan yang lain. Sementara kepentingan untuk anaknya.

“Hal itu, juga kepsek masih menjelaskan tentang biaya yang harus di keluarkan orang tua pembelian atribut, dan juga baju seragam sekolah baru. Baik dengan data dapodik sianak yang ingin pindah, seperti data Rapot yang terdaftar di dapodik. Agar orangtua menguruskan dengan biaya mondar mandir jelasnya.

Mariani pun mengingatkan terkait biaya yang harus dikeluarkan karena beda metode pembelajaran dengan sekolah asal, hal perpindahan agar si ibu orang tua anak tersebut dapat mempertimbangkan kepindahan anaknya dengan Matang.

Namun sangat di sayangkan beberapa media turut mengutif berita yang beredar tersebut, bahkan ada yang tidak melakukan kroscek dan klarifikasi tetapi pada tayang terangnya.

Selain itu, Bu Atun bidang kesiswaan di SMA 18 mengatakan bahwa dirinya hanya menjelaskan biaya baju seragam dan atribut bukan angka angka seperti yang disebutkan di berita beberapa media. Ini bentuk fitnah yang kejam kami tidak pernah memotok harga. Semua gratis. Akan tetapi untuk pakaian seragam dan atribut silahkan dibeli ujarnya.

Ia pun menyampaikan perihal pemberitaan yang beredar sangat disayangkan dengan tuduhan yang berlebihan. Jelasnya. ( CN )