MBG di Mauk Saat Ramadan Jadi Sorotan, Publik Harap Menu Lebih Variatif

Lenteraindonesia.net | TANGERANG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK, menjadi perhatian publik selama bulan Ramadan, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, paket MBG yang dibagikan di salah satu sekolah berisi roti kemasan, susu kotak, kacang tanah, kacang hijau rebus, serta pisang. Menu tersebut diduga disesuaikan untuk konsumsi berbuka puasa.

Sebagai referensi, berdasarkan infografis resmi Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, rincian anggaran MBG dibagi sebagai berikut:

1. Porsi Kecil – Rp13.000 per porsi

Rp2.000 biaya sewa (tempat & fasilitas)

Rp3.000 biaya operasional

Rp8.000 bahan baku makanan

2. Porsi Besar – Rp15.000 per porsi

Rp2.000 biaya sewa

Rp3.000 biaya operasional

Rp10.000 bahan baku makanan

Porsi kecil diperuntukkan bagi PAUD, TK, SD kelas 1–3 dan balita. Sementara porsi besar untuk SD kelas 4–6, SMP, SMA/SMK, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Salah satu wali murid di wilayah Mauk yang enggan disebutkan namanya berharap agar menu MBG dapat lebih variatif dan memenuhi prinsip gizi seimbang.

“Kami bersyukur ada program ini karena sangat membantu. Tapi kalau bisa menunya lebih lengkap lagi, terutama sumber protein hewani, supaya anak-anak lebih terpenuhi gizinya,” ujarnya.

Menurutnya, selama Ramadan kebutuhan energi anak tetap harus diperhatikan meskipun waktu makan terbatas pada saat berbuka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Tangerang Raya, Agus M. Romdoni, menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi tujuan program MBG. Namun ia menilai evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan implementasi di lapangan selaras dengan pedoman anggaran yang telah dipublikasikan.

“Kami tidak menyimpulkan adanya pelanggaran. Namun publik tentu berharap ada kesesuaian antara alokasi bahan baku dengan kualitas menu yang diterima siswa,” ujarnya.

Selain itu, KJK juga mengusulkan agar pemerintah pusat mempertimbangkan opsi skema bantuan dalam bentuk subsidi atau bantuan tunai kepada orang tua.

“Jika memungkinkan, bantuan bisa diberikan dalam bentuk uang agar orang tua yang menyiapkan langsung menu bergizi untuk anak dibawa ke sekolah. Ini bisa menjadi alternatif yang patut dikaji,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana MBG di wilayah Mauk maupun dinas terkait mengenai standar menu khusus Ramadan atau kemungkinan evaluasi skema penyaluran.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga keseimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Program MBG merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak dan kelompok rentan dengan prinsip transparan, terukur, dan tepat sasaran. Diharapkan berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bagian dari evaluasi demi penyempurnaan pelaksanaan program di lapangan. (Red)

 

Editor: Adr