Lenteraindonesia.net | KABUPATEN BOGOR — Pemerintah Desa (Pemdes) Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan masyarakat melalui Program Desa Mengajar (PAM).
Program ini menyasar warga yang belum menempuh pendidikan formal secara tuntas, dengan menyediakan layanan pendidikan paket A, B, dan C yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Kepala Desa Sukmajaya, Ecep Surasman, menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas desa, terutama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.
“Program Desa Mengajar terbuka untuk seluruh warga, terutama RT dan RW yang merupakan bagian dari perangkat desa. Ini kami dorong agar kualitas individu terus meningkat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemdes Sukmajaya menggandeng PKBM Mentari sebagai mitra penyelenggara pendidikan. Kerja sama ini dilakukan karena PKBM Mentari dinilai memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan program kejar paket.
Menurut Ecep, kolaborasi tersebut juga telah diterapkan di sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Tajurhalang.

“PKBM Mentari kami libatkan karena sudah berpengalaman, bahkan beberapa desa di Tajurhalang juga bekerja sama dengan mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PKBM Mentari, Rendy, menjelaskan bahwa Program Desa Mengajar di Sukmajaya telah berjalan cukup lama dan menunjukkan hasil positif.
Ia menyebutkan bahwa program tersebut telah meluluskan sejumlah peserta, khususnya pada jenjang paket C, dan saat ini terus berlanjut bagi peserta dari paket B yang naik ke paket C.
“Peserta didik yang mengikuti ujian saat ini sekitar 60 orang. Kami berharap ke depan jumlahnya terus meningkat demi peningkatan kualitas masyarakat,” ujarnya.
Program Desa Mengajar diharapkan mampu menjadi solusi pendidikan alternatif bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa secara berkelanjutan. (***)
Penulis: Igon
Editor: Adr











