Lenteraindonesia.net, Padang Lawas Utara – Tata Kelola Anggaran Dana Desa yang bersumber dari APBN Di Padang Lawas Utara selalu menjadi polemik dan sorotan khalayak ramai setiap tahun,khususnya kegiatan pengadaan barang dan kegiatan pemberdayaan (Bimtek dan Pelatihan_red).
Ajang kegiatan ini seolah tidak memperhatikan kepentingan dan perbaikan kehidupan masyarakat pedesaan yang ada di Padang Lawas Utara (Paluta).
Seperti curhatan salah seorang masyarakat desa dari kecamatan Halongonan dengan inisial MP,sampai hari di desanya belum ada pembagian BLT ( Bantuan Langsung Tunai). Hari ini sudah minggu keempat pada bulan April tahun 2024,hak warga miskin dari Januari – Maret belum dibagi oleh pemerintah desa.
“Apa lebih penting pelatihan ke Medan daripada BLT hak kami ya?” Ketus MP,hari ini (24/4).
Hal yang sama juga disampaikan salah seorang warga desa dari Padang Bolak Julu inisial RH,ia menyampaikan belum menerima BLT untuk tahun ini ,kemana kami melaporkan tentang permasalahan ini?.
” Pelatihan dan bimtek selalu diadakan setiap tahun seperti kejar tayang ,dan kami warga desa jadi korbannya” ujarnya.
Seperti diketahui seluruh desa di Paluta (386 Desa x 3 orang) sedang mengikuti kegiatan pelatihan ke Kota Medan dan Deli Serdang sejak 21 – 25 April 2024, penyelenggara Lembaga BIS dengan kontribusi Rp 10.000.000 per peserta.
Kemudian di hari Jumat nanti tanggal 26 April 2024 akan melakukan kegiatan pelatihan kembali oleh LPK UMAY yang bertemakan ” Pengembangan Budidaya Pertanian Melalui Perogram Pelatihan Tepat Guna”. Tempat Griya Hotel, JI. T. Amir Hamzah No. 38 -44 Blok A. melalui kontribusi peserta sebesar Rp. 10.000.000 ( Sepuluh Juta Rupiah ) / peserta.
Kegiatan pengadaan dan pemberdayaan Bimtek dan pelatihan diduga melibatkan oknum APH,dan diduga sebagai bisnis komersial setiap tahun yang arahnya bisa merugikan masyarakat desa dan keuangan negara .
Alim Sofian salah seorang aktivis asal Paluta dan berdomisili di Jakarta menyatakan secara tegas ,hal hal yang menyengsarakan kepentingan warga sudah sepantasnya disuarakan di Pusat.
“Dalam waktu dekat ini ,mahasiswa warga Paluta yang tinggal di Jakarta akan lakukan aksi besar -besaran di Kejagung dan Mabes Polri” Tegasnya. (edy)











