Monday, September 7, 2026
spot_img
Home Headline Pengcam IPSI Mauk 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Cetak Pendekar Berprestasi Berakar Budaya

Pengcam IPSI Mauk 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Cetak Pendekar Berprestasi Berakar Budaya

Lenteraindonesia.net | TANGERANG — Pengurus Kecamatan (Pengcam) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Mauk masa bakti 2026–2030 resmi dilantik pada 6 September 2026.

Mengusung tema “Luhur Budi, Teguh Tradisi, Membentuk Pendekar Mauk Berakar Budaya dan Berprestasi”, prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Otto Iskandardinata, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang, H. Yani Sutisna, S.H., M.Si., dan berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 80 peserta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimcam Mauk, di antaranya Camat Mauk, Danramil 09/Mauk, Danposal Tanjung Kait, hingga Dansatradar 401/Tanjung Kait.

Hadir pula Sekjen Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang H. Syukri Ariansyah, S.E., M.M., Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) Hj. Aida Ubaidah, S.E., M.M., serta para pembina dan pinisepuh sejumlah perguruan silat.

Di antaranya Cakra Buana Muda Indonesia, Cempaka Putih, Terumbu Banten, IKSPI, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Beksi Haji Sanwani Ketua (BHSK), dan Beksi Haji Pikan.

Usai dilantik, Ketua Pengcam IPSI Kecamatan Mauk, Abdul Ghofur, S.H., menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen perguruan seni bela diri yang ada di wilayah Mauk.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh perguruan dan Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang yang telah memberikan amanah untuk membawa IPSI Ranting Mauk ini,” ungkapnya.

Abdul Ghofur mengatakan, IPSI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh perguruan tanpa membedakan latar belakang maupun perguruan masing-masing.

“IPSI adalah rumah besar bagi kita bersama. Di IPSI, kita tidak lagi berbicara tentang ego perguruan masing-masing, melainkan berbicara tentang bagaimana bersama-sama membawa nama harum Kecamatan Mauk, melestarikan budaya bangsa, menjaring dan membina bibit-bibit atlet muda berbakat di Mauk agar mampu bersaing dan berprestasi melalui pencak silat, baik di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” tegasnya.

Camat Mauk Angga Yulyantono, S.IP., M.Si., memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru IPSI Kecamatan Mauk.

Ia berharap kepengurusan periode 2026–2030 mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kecamatan Mauk.

“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus IPSI Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030. Semoga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan Mauk,” tutur Angga.

Ia juga berpesan agar jajaran pengurus segera memperkuat konsolidasi internal serta membangun kebersamaan dengan seluruh perguruan pencak silat.

“Pesan saya, rapihkan internal kepengurusan, perkuat kebersamaan, dan bersinergi mendukung program pemerintah, khususnya untuk Kecamatan Mauk menuju Tangerang semakin gemilang,” ujarnya.

Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang H. Yani Sutisna, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri dan prestasi olahraga.

Menurutnya, pencak silat merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai akhlak, budi pekerti, serta persaudaraan.

“Pencak silat bukan sekadar untuk bela diri, tetapi juga untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, pencak silat adalah warisan leluhur yang memuat nilai akhlak, budi pekerti, dan persaudaraan,” tegas Yani.

Ia berharap IPSI Mauk dapat menjadi wadah yang inklusif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan diri dari berbagai kegiatan negatif.

“Saya berharap IPSI Mauk bisa menjadi wadah inklusif bagi generasi muda untuk menempa diri, menjauhi kegiatan negatif, serta mencetak pesilat tangguh hingga tingkat nasional dan internasional yang tetap memegang teguh adab,” lanjutnya.

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Ketua DKKT Hj. Aida Ubaidah, S.E., M.M.

Ia menilai pencak silat memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan warisan kebudayaan Banten.

“Ini adalah tugas suci untuk menjaga dan merawat martabat seni silat dan budaya yang merupakan warisan asli para Jawara Banten. Mari kita wujudkan persatuan serta kedamaian dengan galakkan latihan bersama dan menghidupkan kembali festival seni budaya pencak silat,” ungkap Aida.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, IPSI Kecamatan Mauk diharapkan tidak hanya mampu melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan pencak silat sebagai warisan budaya daerah.(***)

 

 

Penulis: Red KJK

Editor: Adr