Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Ciamis, Perhutani Perkuat Rehabilitasi Lahan dan Penghijauan

Lenteraindonesia.net | CIAMIS – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pengelolaan hutan berkelanjutan. Perhutani bersama kelompok perhutanan sosial melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan Gunung Bangka, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, dengan mengedepankan keseimbangan antara aspek ekologi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pelestarian hutan melalui penghijauan, rehabilitasi lahan kritis, serta pengembangan tanaman kehutanan yang memiliki nilai ekologis sekaligus nilai ekonomi.

Penyuluh Kehutanan Wilayah VII Ciamis, Arum, mengatakan kegiatan persemaian yang dilaksanakan di lokasi memiliki luas sekitar 0,03 hektare dengan berbagai jenis bibit tanaman buah-buahan yang nantinya akan digunakan untuk rehabilitasi hutan dan lahan.

Menurutnya, pendekatan pengelolaan hutan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Upaya yang dilakukan tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga memastikan ekosistem hutan tetap berfungsi optimal sebagai penopang kehidupan. Pemulihan lahan kritis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Arum saat ditemui di lokasi, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, rehabilitasi lahan tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga menjaga fungsi hidrologi, mengurangi risiko bencana, serta meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Lembaga Desa Hutan (MLDH) Sarimukti, Dede Yuyu, mengatakan pihaknya membawahi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mitramukti yang bermitra dengan Perhutani dalam mengelola kawasan hutan seluas 108 hektare dengan jumlah anggota sebanyak 123 orang.

Menurut Dede, pengelolaan kawasan dilakukan melalui program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT) yang dibagi menjadi dua fungsi, yakni kawasan produksi dan kawasan lindung.

“Di lahan seluas 108 hektare ini kami juga menjalankan program penghijauan atau reboisasi. Kami memilih tanaman yang menghasilkan buah seperti durian, alpukat, dan petai agar selain menjaga kelestarian hutan juga dapat menopang perekonomian masyarakat,” katanya.

Program rehabilitasi tersebut diharapkan mampu menciptakan hutan yang tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan tanaman produktif yang berkelanjutan.

Dengan sinergi antara Perhutani, penyuluh kehutanan, dan kelompok perhutanan sosial, pengelolaan hutan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis diharapkan menjadi contoh dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(***)

 

 

Penulis: Agus Suryana

Editor: Adr