Lenteraindonesia.net | BOGOR — Institut Pertanian Bogor merespons usulan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam program tersebut memiliki nilai strategis karena dapat menempatkan kampus sebagai penyedia solusi berbasis pengetahuan.
Usulan pembangunan SPPG sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang mendorong kampus untuk berperan aktif tidak hanya dalam pelaksanaan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.
“Keterlibatan kampus dalam pembangunan SPPG untuk program MBG memiliki rasional strategis karena menempatkan kampus sebagai knowledge-based solution provider,” ujar Alim Setiawan Slamet dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis menyasar isu-isu fundamental seperti gizi, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendekatan berbasis sains dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut.
“Program ini menyasar isu fundamental seperti gizi, pendidikan, dan kualitas SDM, sehingga perlu dijalankan berbasis sains. Kampus memastikan desain, implementasi, hingga evaluasi dilakukan secara terukur dan berbasis data,” jelasnya.
Dengan keterlibatan perguruan tinggi, diharapkan program MBG tidak hanya berjalan secara operasional, tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat serta mampu menghasilkan inovasi dalam pemenuhan gizi masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (***)
Penulis: Igon
Editor: Adr











